Kudus  

Harga Sayur Naik? Tiru Cara Cerdas Warga Desa di Kudus Ini Wujudkan Kemandirian Pangan

CEK: Kepala Desa Krandon, Sofwan Durri sedang mengecek kebun di lahan desa setelah panen belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Desa (Pemdes) Krandon melalui program Kebun Gizi terus mendorong masyarakat memanfaatkan lahan sempit untuk menanam berbagai sayuran. Trobosan ini sebagai upaya ketahanan pangan dan kemandirian keluarga.

Kepala Desa Krandon, Sofwan Durri menjelaskan, program ini dimulai dengan inisiatif dari Pemdes dan diimplementasikan oleh PKK desa. Kebun Gizi ini dimulai dari desa, dikelola oleh PKK.

“Meskipun lahannya tidak luas, kami ingin menyampaikan pesan bahwa sekecil apapun lahan bisa kita berdayakan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan menanam sayuran seperti terong, bayam, kangkung, dan tomat ini bertujuan memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga. Selain itu juga sebagai sarana edukasi kepada warga.

“Pertama kan menyediakan asupan kemandirian dan ketahanan pangan untuk ibu rumah tangga. Kemudian sebagai sarana edukasi, sekecil apapun lahan kosong akan kami manfaatkan,” tambahnya.

Sofwan menegaskan pentingnya semangat pemberdayaan dalam program ini. Dari yang kecil kalau diakumulasi menjadi besar. Kelangkaan cabai atau tomat bisa diatasi jika setiap rumah melakukan hal serupa.

Kemudian, hasil panennya dikonsumsi sendiri. Ia berharap program ini bisa menjadi pilot proyek yang terus berlanjut dan menjadi percontohan bagi masyarakat di Desa Krandon.

Program ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan di sosialisasikan secara rutin melalui pertemuan RT RW. “Kami sudah sosialisasi ke masyarakat dan terus mengajak mereka menanam berbagai jenis sayuran yang bisa ditanam di lahan terbatas,” tambahnya.

Dengan luas lahan sekitar beberapa meter persegi, kebun gizi ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi warga lain untuk mengoptimalkan potensi lahan mereka demi ketahanan pangan keluarga. Ia berharap, kalau masing-masing rumah seperti ini, kelangkaan sayuran tidak akan terjadi. (uma/fat)