KENDAL, Joglo Jateng – Ratusan mahasiswa baru Politeknik Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal mendapat pengalaman berbeda dalam masa awal perkuliahan mereka.
Selama tiga hari, mereka mengikuti program bela negara yang dipandu langsung Komando Latihan Rindam IV/Diponegoro Barak Bantir, mulai Jumat (3/10/2025).
Program ini dirancang bukan hanya untuk melatih fisik, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan kebersamaan.
Para mahasiswa dibekali materi wawasan kebangsaan, penguatan Pancasila, hingga praktik baris-berbaris di bawah teriknya matahari.
Direktur Polifurneka Kendal, Peni Shoffiyati, menegaskan bahwa karakter kuat adalah bekal utama bagi mahasiswa selain keterampilan teknis furnitur.
“Bela negara bukan berarti mengangkat senjata. Menjaga negeri bisa diwujudkan melalui disiplin, kejujuran, dan daya juang tinggi,” tegasnya.
Sejumlah mahasiswa mengaku mendapat banyak pelajaran dari kegiatan ini.
Raihan Maulana Yusuf, misalnya, awalnya mengira kegiatan hanya sekadar baris-berbaris, namun ternyata penuh dengan nilai hidup yang bermanfaat.
“Capek memang, tapi saya belajar arti kerja sama dan tanggung jawab,” ujarnya.
Instruktur bela negara, Sertu Ali Rudiyanto, mengatakan bahwa mahasiswa harus siap menghadapi tantangan global dengan keterampilan sekaligus jiwa kebangsaan.
“Mereka bukan hanya dituntut bersaing di industri internasional, tetapi juga harus menjadi warga negara berintegritas,” tandasnya.(ags)










