SEMARANG, Joglo Jateng – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Sosialisasi Media Tradisional dengan fokus utama pada pentingnya menempatkan seni dan budaya tradisional sebagai agenda prioritas dalam pembangunan daerah. Kegiatan ini menghadirkan Heri Pudyatmoko, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Heri Pudyatmoko menekankan bahwa seni budaya tradisional bukan hanya aset warisan leluhur, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter, memperkuat identitas daerah, serta mendorong sektor ekonomi kreatif berbasis lokal.
“Seni tradisional seperti ketoprak, wayang, dan kuda lumping bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan. Ini harus menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan di Jawa Tengah,” ujar Heri di Tuntang, Kabupaten Semarang (05/10).

Ia juga menambahkan bahwa DPRD berkomitmen untuk mendorong kebijakan yang memberi ruang lebih luas bagi pelestarian dan pengembangan media tradisional, termasuk mendukung para pelaku seni melalui program-program daerah.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh para pegiat seni, tokoh masyarakat, akademisi, serta generasi muda yang diharapkan dapat menjadi agen pelestari budaya di era digital. Diskusi interaktif mewarnai sesi tanya jawab, dengan banyak peserta mengungkapkan harapan agar seni tradisional dapat lebih terintegrasi dalam kurikulum pendidikan dan kegiatan kemasyarakatan.
Sebagai langkah lanjutan, Heri Pudyatmoko menyampaikan bahwa DPRD akan mengkaji potensi regulasi dan anggaran untuk penguatan ekosistem budaya lokal, agar seni tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sesuai dinamika zaman.
Dengan mengangkat seni budaya tradisional sebagai agenda daerah, DPRD Provinsi Jateng berharap dapat menciptakan kemajuan yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. (adv/gih)










