SEMARANG, Joglo Jateng – Ratusan peserta didik berkebutuhan khusus memadati kawasan Grand Maerakaca, Taman Mini Jawa Tengah, dalam Pertemuan Pramuka Berkebutuhan Khusus yang digelar Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Semarang, Selasa (18/11/25). Kegiatan tahunan ini menjadi ruang inklusif sekaligus wahana ekspresi bagi peserta dari berbagai sekolah luar biasa (SLB) di Kota Semarang.
Ketua Kwarcab Kota Semarang, Bambang Pramusinto secara resmi membuka kegiatan dan menekankan pentingnya pemberdayaan peserta didik disabilitas melalui aktivitas kepramukaan. Ia menyebut, kegiatan semacam ini memperkuat nilai persaudaraan dan memberi pengalaman belajar yang relevan bagi peserta.
Ketua panitia pelaksana, Sri Sugiarti memaparkan bahwa kegiatan tahun ini diikuti 11 SLB dengan total 439 peserta. Terdiri atas 322 peserta didik, 11 pembina pendamping, serta 66 pembina pendukung. Ia menjelaskan bahwa total terdapat 11 gugus depan (gudep) yang berpartisipasi.
Dua gudep lainnya tidak mengirimkan peserta karena mempertimbangkan kondisi salah satu peserta didik autis yang dinilai kurang kondusif jika berada di area terbuka ramai.
“Kami memahami kondisi masing-masing anak. Jika ada yang masih perlu pendampingan khusus, kami hormati keputusan sekolah,” ujar Sri, yang juga Ketua MKKS SLB Kota Semarang.










