Perencanaan pelaksanaan sensus akan dilakukan pada Mei, Juni, dan Juli 2026. Namun jumlah petugas masih menunggu keputusan pusat.
“Untuk jumlah petugas sendiri kita masih menunggu dasar hitung dari BPS Pusat. Estimasi berdasarkan Wilkersat kemarin, kalau seluruh Indonesia sekitar 190.000 petugas. Kalau per kabupaten masih menunggu,” katanya.
Terkait hasil sensus akan berupa data mentah atau sudah diolah, BPS menegaskan bahwa data akan disajikan dalam bentuk agregat. Kalau untuk data sensus, biasanya BPS memberikan data utuh. Dalam hal agregat, tidak boleh by name by address. Ia mencontohkan beberapa jenis data yang akan dipublikasikan.
“Misalnya jumlah usaha yang bergerak di sektor manufaktur berapa. Manufaktur itu ada besar, sedang, mikro, kecil. Nah, angka-angka agregat seperti itu yang bisa disajikan,” katanya.
BPS Kudus berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah, termasuk Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, dapat memperkuat pelaksanaan sensus. “Tentunya harapan kami bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan kami di BPS dapat mensukseskan kegiatan sentris ekonomi 2026 nanti,” ujarnya. (uma/fat)










