KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melantik 87 kepala sekolah jenjang SD dan SMP serta 14 kepala puskesmas, Selasa (30/12). Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton ini bertujuan mempercepat pengisian jabatan strategis guna meningkatkan layanan publik.
Rincian pejabat yang dilantik meliputi 10 Kepala SMP (6 mutasi, 4 promosi) dan 77 Kepala SD (66 mutasi, 11 promosi). Selain itu, terdapat 14 Kepala Puskesmas yang turut diambil sumpahnya.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengungkapkan, pelantikan ini mendesak dilakukan mengingat banyaknya posisi kosong akibat rotasi dan pensiun.
“Setelah saya dilantik kemarin, memang banyak posisi yang kosong. Ini segera kita isi agar ada nakoda yang langsung bergerak cepat,” ucap Bupati usai pelantikan.
Dorong Inovasi dan Regrouping Sekolah
Sam’ani menekankan agar para kepala sekolah segera melakukan inovasi agar proses belajar mengajar (KBM) berjalan efektif. Ia tidak ingin sekolah pasif tanpa aktivitas yang terarah bagi siswa.
Selain itu, fenomena berkurangnya jumlah siswa di sejumlah SD menjadi sorotan. Bupati menyarankan solusi penggabungan atau regrouping bagi sekolah yang berdekatan dan kekurangan murid agar efisiensi tenaga pendidik tercapai.
“Kalau SD yang berdekatan muridnya berkurang, lebih baik di-regrouping. Gurunya difusikan ke sekolah yang masih kekurangan. Jangan sampai guru selesai jam 11 lalu gabut, akhirnya anak-anak juga tidak punya kegiatan,” tegasnya.
Bupati juga mendorong sekolah memanfaatkan teknologi untuk pengawasan siswa. Ia berharap sekolah dapat terhubung langsung dengan orang tua melalui telepon seluler.
“Lebih baik anak-anak diberi kegiatan sampai jam 12 ke atas. Tambah pengetahuan, tambah keterampilan, dan orang tua juga tenang. Kalau bisa nanti setiap SD terkoneksi dengan HP orang tua. Anak-anak mau ke mana setelah sekolah orang tua tahu,” jelasnya.
Meski pelantikan telah dilakukan, Bupati mengakui masih ada potensi kekosongan jabatan dalam waktu dekat. Hal ini lantaran tingginya angka pensiun guru yang mencapai sekitar 40 orang per bulan.










