Tak Lagi Asal Mutasi, Pemkab Purworejo Terapkan Manajemen Talenta ASN Berbasis Kompetensi

Bupati Purworejo Yuli Hastuti saat menandatangani komitmen Manajemen Talenta ASN di Gedung Gradhika Bhakti Praja
TANDATANGANI: Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti (hijab putih) menadatangani Komitmen Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo resmi memperkuat komitmen Manajemen Talenta ASN sebagai landasan pengembangan sumber daya manusia (SDM) aparatur. Penegasan ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama yang dilakukan langsung oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, dalam suasana khidmat di Gedung Gradhika Bhakti Praja, belum lama ini.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan pola pengembangan karier ASN di Purworejo berjalan berkelanjutan dan objektif. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang hadir dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta adalah kunci reformasi birokrasi modern.

Dorong Birokrasi yang Memiliki Daya Dobrak

Menurut Gubernur Ahmad Luthfi, sistem ini akan mengubah dasar pengangkatan, pemberhentian, atau pemindahan ASN menjadi sepenuhnya berbasis kompetensi. Hal ini diharapkan mampu mencetak aparatur yang bekerja lebih efektif, efisien, dan profesional.

“Ini penting sekali agar ke depan, ASN yang bekerja di birokrasi kita betul-betul bisa mempunyai daya dobrak atau terobosan yang bisa menjabarkan visi-misi Pembangunan Bapak Presiden Prabowo ataupun visi-misi pembangunan provinsi dan daerah,” tegas Ahmad Luthfi.

Lebih lanjut, Gubernur meminta seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk Purworejo, untuk mendukung penuh sistem ini. Tujuannya agar setiap rotasi jabatan atau promosi benar-benar mewadahi kemampuan pegawai yang berintegritas.

“Sehingga saat adanya suatu rotasi jabatan atau pengangkatan ASN, Manajemen Talenta dapat mewadahi dari kemampuan masing-masing pegawai yang akan bekerja lebih profesional,” imbuhnya.