Pati  

DPC Gerindra Pati Salurkan Bantuan Nasi Kotak untuk Korban Banjir Mintobasuki

Ketua DPC Gerindra Pati Hardi menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Desa Mintobasuki Kecamatan Gabus Pati
PEDULI: Ketua DPC Gerindra Pati Hardi menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Desa Mintobasuki Kecamatan Gabus Pati, kemarin. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Pati bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Pati, kemarin. Bantuan difokuskan dalam bentuk makanan siap saji atau nasi kotak.

Penyaluran ini dilakukan sebagai respons cepat atas kondisi warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan harian. Genangan air yang merendam permukiman membuat aktivitas dapur warga lumpuh total.

Kondisi di lapangan menunjukkan akses jalan desa sudah tidak bisa dilalui kendaraan biasa. Ketinggian air bervariasi, mulai dari sebatas paha orang dewasa hingga mencapai satu meter di titik terdalam, yang memaksa penyaluran bantuan dilakukan dengan menerobos genangan.

Warga Kesulitan Memasak

Ketua DPC Gerindra Pati, Hardi mengungkapkan, pemilihan jenis bantuan berupa nasi kotak didasarkan pada survei kebutuhan mendesak di lokasi. Pihaknya memastikan bantuan tersebut dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu diolah lagi.

“Kami membantu berupa nasi kotak kepada masyarakat di Kecamatan Gabus, tepatnya di Desa Mintobasuki. Karena di Desa Mintobasuki tidak bisa masak sama sekali, saya cek benar itu, jadi memang membutuhkan makanan siap saji,” ucap Hardi di sela-sela kegiatan.

Desa Mintobasuki dinilai sebagai salah satu wilayah dengan dampak banjir paling parah di Kecamatan Gabus. Ketinggian air yang signifikan membuat mobilitas warga terhenti.

“Akses sudah tidak bisa dilalui kendaraan. Ketinggian sampai paha orang dewasa. Ada yang satu meter lebih,” jelasnya menggambarkan situasi banjir.

Distribusikan 600 Nasi Kotak

Dalam aksi sosial tersebut, Hardi menyebutkan pihaknya menyalurkan sekitar 600 nasi kotak. Meskipun jumlahnya terbatas, ia berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga yang terdampak.

Proses distribusi dilakukan secara langsung atau door to door mendatangi rumah warga yang terisolir. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima langsung oleh mereka yang bertahan di rumah.

“Masyarakat di sana memang minta makan matang sehingga bisa langsung dimakan. Sehingga saya salurkan nasi kotak jumlahnya sekitar 600. Insyaallah cukup,” katanya.

Pihaknya berharap banjir segera surut agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. “Harapan kami bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Karena memang mereka sudah tidak masak,” pungkasnya. (lut/rds)