KUDUS, Joglo Jateng – Puluhan bidan dan kader Posyandu di Kecamatan Gebog kini mulai melek teknologi digital. Mereka mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat bertema Pengembangan Media Promosi Kesehatan Berbasis AI (Artificial Intelligence) yang digelar ITEKES Cendekia Utama Kudus. Antusiasme peserta terlihat saat memadati Balai Desa Gondosari untuk mempraktikkan langsung teknologi kecerdasan buatan tersebut, Selasa (20/1/2026).
Pelatihan ini menjadi terobosan baru bagi tenaga kesehatan desa. Tujuannya tak lain untuk membekali mereka dengan kemampuan memanfaatkan teknologi, sehingga materi sosialisasi kesehatan bisa dibuat lebih menarik, cepat, dan efektif tanpa harus ahli desain grafis.
Manfaatkan ChatGPT hingga Canva
Kegiatan ini menghadirkan praktisi teknologi informasi dan kesehatan masyarakat sebagai pemateri. Peserta diajak menyelami berbagai tools AI generatif yang mudah diakses, antara lain:
- ChatGPT untuk menyusun naskah edukasi.
- Canva untuk desain visual.
- Aplikasi pembuat gambar berbasis AI.
Fasilitator dari ITEKES Cendekia Utama Kudus, David Laksamana Caesar menuturkan, teknologi ini adalah solusi bagi kendala teknis yang sering dialami tenaga kesehatan.
“Selama ini membuat poster imunisasi atau konten edukasi sering terkendala desain dan waktu. Melalui pelatihan ini kami ingin menunjukkan bahwa AI dapat membantu menghasilkan gambar, ilustrasi, dan video dengan cepat hanya melalui perintah sederhana,” ujar David.
Dongkrak Partisipasi Warga ke Posyandu
Bidan Puskesmas Gondosari, Lestari menyambut positif inovasi ini. Menurutnya, era digital menuntut tenaga kesehatan untuk beradaptasi. AI dinilai bisa menjadi mitra kerja yang sangat membantu dalam pelayanan.
“Dengan konten yang lebih menarik, diharapkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu, seperti imunisasi dan deteksi dini stunting, semakin meningkat,” tuturnya.
Ternyata Tidak Serumit Bayangan
Respons positif juga datang dari kader Posyandu Desa Gondosari, Ike Rahmawati. Awalnya ia sempat ragu, namun setelah mencoba, ternyata penggunaan AI jauh lebih mudah dari bayangannya.
“Awalnya saya pikir AI itu rumit dan hanya untuk anak muda. Ternyata dengan arahan yang jelas, kami bisa mengikuti. Sekarang saya sudah bisa membuat poster sendiri untuk diunggah ke grup media sosial,” ungkap Ike antusias.
ITEKES Cendekia Utama Kudus memastikan kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan satu hari saja. Rencananya, akan ada pendampingan lanjutan melalui grup komunikasi daring agar para kader mahir membuat media promosi kesehatan berbasis AI secara mandiri. (iza/rds)










