Sebagai Kaprodi, ia menerapkan gaya kepemimpinan kolaboratif. Setiap kebijakan yang diambil selalu didahului dengan diskusi terbuka bersama dosen dan mahasiswa. Baginya, program kerja tidak boleh sekadar menggugurkan kewajiban administrasi, tetapi harus memberi nilai tambah bagi pengembangan kesehatan masyarakat, baik lokal maupun global.
Cetak Nakes Adaptif di Era Digital
Menghadapi era pascapandemi yang serba digital, Ervi menyadari bahwa tenaga kesehatan (Nakes) masa depan harus adaptif dan melek teknologi. Kurikulum Prodi Kesmas di ITK Cendekia Utama Kudus pun disesuaikan dengan tuntutan zaman.
Beberapa inovasi mata kuliah baru yang dihadirkan antara lain:
- Pengembangan Media Digital
- Literasi Digital Kesehatan
- Teknologi Pembangunan
Tak hanya itu, Ervi juga memiliki peta jalan (roadmap) penelitian lima tahun ke depan yang fokus pada pengembangan media edukasi berbasis Research and Development (R&D). Media edukasi yang dihasilkan akan divalidasi merujuk pada standar WHO dan Kementerian Kesehatan.
“Program harus benar-benar memberi nilai. Perubahan membutuhkan perjuangan luar biasa. Tetapi dengan kerja bersama, saya yakin kesehatan masyarakat akan menjadi pilar penting bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya optimis. (rds)










