SEMARANG, Joglo Jateng – Mengawali tahun 2026, denyut ekonomi Jawa Tengah menunjukkan tren positif yang sangat menggembirakan. Berdasarkan rilis data resmi Bank Indonesia, tingkat keyakinan konsumen Jateng melonjak drastis menyentuh angka 129,55 pada Januari 2026, menandakan masyarakat yang semakin optimistis terhadap kondisi perekonomian daerah.
Angka capaian yang masuk dalam zona optimis (di atas 100) tersebut disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (22/2/26). Menurutnya, indeks ini tercatat naik signifikan jika dibandingkan dengan periode Desember 2025 yang hanya berada di level 117,77.
Faktor Pendorong Naiknya Indeks Kondisi Ekonomi
Andi Reina Sari menjelaskan bahwa penguatan optimisme ini sangat dipengaruhi oleh persepsi positif warga terhadap kondisi ekonomi saat ini, sekaligus ekspektasi mereka di masa depan. Tren positif ini terpantau sejalan dengan capaian survei di sejumlah kota besar, seperti Semarang, Solo, Purwokerto, dan Tegal.
Persepsi positif terhadap realitas ekonomi saat ini tergambar jelas dalam Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang naik menjadi 114,66 dari sebelumnya 102,98. Peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen ini ditopang oleh beberapa faktor utama, antara lain:
- Keyakinan terhadap peningkatan penghasilan masyarakat.
- Ketersediaan lapangan kerja yang semakin memadai.
- Tingkat konsumsi barang tahan lama (durable goods).
Ekspektasi Ekonomi Enam Bulan Mendatang
Lebih lanjut, ekspektasi masyarakat Jawa Tengah terhadap perputaran roda ekonomi enam bulan ke depan juga terpotret sangat kuat. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sukses menyentuh level 144,44, meroket tajam dari angka 132,55 pada penutupan tahun lalu.
“Peningkatan optimisme ini terutama didukung oleh keyakinan terhadap peningkatan penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan kegiatan usaha pada enam bulan mendatang,” pungkas Andi. (hfh/iza/rds)










