Jepara  

Pemkab Jepara Luncurkan Kartu Meubel Jepara, 100 Penerima Terima Fasilitas Modal hingga Subsidi

RESMI: Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar saat meluncurkan Kartu Meubel Jepara (KMJ) di Pendopo R.A. Kartini Jepara, Senin (2/3/2026). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Jepara resmi meluncurkan Kartu Meubel Jepara (KMJ) sebagai penguatan industri furnitur yang digelar di Pendopo R.A. Kartini Jepara, Senin (2/3/2026). Sebanyak 100 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) menerima KMJ pada tahap awal.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo mengatakan, KMJ merupakan salah satu program unggulan Bupati Jepara. Proses penyeleksian KMJ, kata Anjar, diseleksi ketat melalui tim kurator dengan penilaian pada aspek legalitas usaha, kualitas produk, hingga keberadaan gudang.

“Adanya KMJ ini, penerima bisa mendapatkan sejumlah keuntungan, mulai akses pengajuan modal ke Bank Jateng, fasilitas pelatihan gratis, hingga subsidi pameran,” kata Anjar kepada Joglo Jateng.

Menurut dia, pembiayaan modal usaha disesuaikan dengan kelas usaha furnitur tingkat menengah atas hingga bawah, sehingga nominal pinjaman berbeda. Pemkab juga menanggung sebagian biaya pameran, seperti akomodasi dan tempat pamer.

Anjar mengungkapkan, penerima KMJ tidak menutup peluang bagi pelaku usaha kecil. Sebab ke depan, penerima KMJ akan menyasar ke pelaku meubel lain sesuai kelengkapan syarat dan verifikasi di lapangan.

“Kami lakukan bertahap per tahunnya. Yang penting legalitas jelas, lokasi usaha dan gudang ada, serta kualitas produk mumpuni,” ujarnya.

Berdasarkan data Disperindag Jepara, jumlah pengusaha furnitur di Jepara mencapai 2.183 pelaku meubel. “Dalam peluncuran KMJ ini kita bekerja sama dengan asosiasi meubel Jepara, seperti ada HIMKI, Kadin, dan lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Industri Meubel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara, Hendra Sasmita, menilai KMJ sebagai respons positif Pemkab Jepara terhadap kebutuhan pelaku UKM furnitur yang selama ini belum termonitor dan terdata dengan baik.

“KMJ menjadi alat validasi bahwa pelaku usaha benar-benar ada, berizin, lokasi usahanya jelas, dan usahanya berjalan. Ini penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, terutama di pasar online,” katanya.

Menurutnya, banyak pelaku usaha meubel yang mengalami penurunan order, imbas dari oknum penipuan online dengan modus barang tidak dikirim.

“Dengan KMJ, konsumen bisa memastikan pelaku usaha yang bertransaksi benar dan terverifikasi,” kata Hendra.

Pemilik KMJ juga akan diprioritaskan untuk pelatihan ekspor dan pemasaran. Dari sisi perbankan juga lebih yakin menyalurkan pembiayaan.

Selain peluncuran KMJ, Pemkab Jepara yang diwakili Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, juga melepas peserta pameran International Furniture Expo (IFEX) 2026 di Tangerang. Dari 32 pendaftar, 20 pelaku usaha dinyatakan lolos. Pameran tersebut berlangsung pada 5–8 Maret 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. (oka/gih)