Kudus  

Diserbu Anggota Jelang Lebaran, Koperasi Desa di Kudus Ini Sampai Kewalahan Penuhi Stok Sembako

SEMBAKO: Salah satu anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Payaman membeli sembako di koperasi untuk persiapan Lebaran baru-baru ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan kebutuhan sembako di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Payaman, Kecamatan Mejobo membeludak. Lonjakan permintaan ini terutama terjadi pada komoditas beras, minyak goreng, gula, hingga aneka snack Lebaran. Kondisi tersebut diakui membuat pengelola koperasi kewalahan memenuhi kebutuhan para anggota.

Kepala Desa Payaman, Nurhadi mengatakan, tingginya antusiasme anggota dalam menyambut Ramadan dan Lebaran menjadi faktor utama melonjaknya permintaan sembako. Bahkan pihaknya sampai kewalahan dengan banyaknya permintaan beras.

“Sampai pengennya 1 ton. Kami ambil stoknya di penggilingan padi di Desa Karangrowo. Senin (2/3/2026) 300 kilogram, ditambah 250 kilogram. Permintaan sudah lebih 500 kilogram dari anggota,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum Ramadan harga beras ukuran 2,5 kilogram masih di angka Rp 32.000. Namun memasuki Ramadan, harga mengalami kenaikan menjadi Rp 34.000 per 2,5 kilogram. Meski terjadi kenaikan harga, permintaan tetap tinggi karena kebutuhan rumah tangga meningkat menjelang Lebaran.

Tak hanya beras, komoditas minyak goreng juga mengalami lonjakan permintaan. KDMP Payaman mendapatkan kuota dari Bulog sebanyak 50 karton. Dalam satu karton berisi 12 botol ukuran 1 liter dengan harga Rp 15.700 per liter.

“Minyak dapat kuota dari Bulog 50 karton, per karton isi 12 botol per liter. Harganya Rp 15.700. Ini sangat membantu anggota,” sebutnya.