Sementara itu, stok gula pasir justru mengalami kekosongan. Sebanyak 1 kuintal gula yang sebelumnya tersedia kini telah habis terjual dan sudah dua minggu belum ada pengiriman kembali.
“Gula stoknya sudah habis 1 kuintal, sudah dua minggu kosong. Ini juga banyak yang tanya,” tambahnya.
Untuk kebutuhan snack Lebaran, permintaan juga mulai ramai. Anggota koperasi yang berjumlah kurang lebih 100 orang aktif mulai memesan aneka makanan ringan untuk persiapan hari raya.
Di tengah lonjakan aktivitas koperasi, pembangunan gedung KDMP Payaman masih dalam tahap percepatan. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai sekitar 1,6 meter. Koperasi juga telah memiliki dua armada operasional untuk menunjang distribusi barang.
“Lahan sudah siap, tapi sebagian lahan belum diuruk karena menunggu dana desa keluar. Sementara ini stok bahan masih ditempatkan di balai desa,” terangnya.
Selain sembako, distribusi gas elpiji juga sudah berjalan rutin dengan rata-rata 100 tabung per bulan. Namun untuk rencana penyaluran pupuk, pihak koperasi belum dapat merealisasikannya karena fasilitas gedung belum sepenuhnya siap.
“Rencana pupuk masih belum bisa jalan karena drop untuk gedung belum siap. Setelah RAT nanti, prioritas kami pengembangan modal dan percepatan pembangunan gedung,” tandasnya. (uma/fat)










