Tren Wisata Jateng Lebaran 2026 Bergeser, Kota Lama Semarang Jadi Favorit

Sejumlah wisatawan sedang asyik berswafoto di kawasan Kota Lama Semarang saat libur Lebaran 2026.
SWAFOTO: Wisatawan mengabadikan momen di Kota Lama Semarang, baru-baru ini. (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Libur Lebaran 2026 mencatatkan dinamika baru pada tren wisata Jateng, di mana angka kunjungan ke destinasi alam justru mengalami penurunan. Menariknya, pergeseran minat masyarakat ini terjadi di tengah total jumlah wisatawan secara keseluruhan yang naik hampir 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Jawa Tengah mencatat adanya perubahan pola perjalanan masyarakat yang cukup signifikan. Penurunan tingkat kunjungan terlihat jelas di destinasi berbasis alam dan pegunungan, termasuk Candi Borobudur, Owabong, Baturraden, hingga Guci.

Kepala Disparekraf Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, menjelaskan bahwa penurunan tersebut terjadi karena wisatawan masa kini lebih memilih destinasi perkotaan yang ikonik. Kawasan urban dinilai memiliki kemudahan akses, terutama bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan mudik.

“Pergeseran terjadi dari wisata alam pegunungan menuju urban dan ikon wisata. Selain itu, aktivitas wisata bergeser dari ringan menuju experience dan visual tourism,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Daya Tarik Visual Tourism di Perkotaan

Fenomena pergeseran minat ini tercermin kuat dari membludaknya angka kunjungan di berbagai destinasi urban. Kawasan Kota Lama Semarang sukses menjadi tujuan favorit utama dengan meraup lebih dari 200 ribu kunjungan wisatawan.

Selain ibu kota provinsi, pesona ikonik dari lokasi wisata sejarah dan religi seperti Masjid Agung Demak serta Candi Prambanan turut dipadati oleh pengunjung.

Hanung menambahkan, ada faktor lain yang membuat masyarakat cenderung menghindari wisata alam tahun ini. Faktor klimatologi (cuaca) dan beberapa destinasi yang masih dalam tahap pemulihan pasca-bencana turut memengaruhi sebaran kunjungan wisatawan.

Meski terjadi pergeseran tren, secara keseluruhan sektor pariwisata Jawa Tengah tetap menorehkan angka yang positif. Berdasarkan rekapitulasi dari sembilan titik proxy destinasi wisata, total kunjungan menembus angka 599.634 wisatawan sepanjang liburan Lebaran.

Capaian ini menegaskan bahwa Jawa Tengah masih menjadi salah satu tujuan utama pelancong selama musim mudik. Pergeseran pola pelesiran masyarakat ini dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi pengelola destinasi untuk beradaptasi dengan tren baru. (hfh/iza/rds)