JEPARA, Joglo Jateng – Skuad Laskar Kalinyamat sukses memberikan kado terindah pada peringatan hari jadi ke-72 klub dengan mengunci hasil Persijap vs Bhayangkara lewat kemenangan dramatis 2-1. Tiga poin penuh ini diraih secara heroik di tengah sunyinya Stadion Gelora Bumi Kartini akibat larangan tanpa suporter imbas sanksi PSSI, Sabtu (11/4/2026) malam.
Kemenangan krusial ini juga menjadi ajang perayaan ganda karena bertepatan dengan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara.
Lebih membanggakan lagi, Laskar Kalinyamat berhasil memutus rekor fantastis Bhayangkara Presisi Lampung yang sebelumnya sukses menorehkan enam kemenangan beruntun tanpa ampun.
Bertanding tanpa dukungan langsung dari barisan suporter, Persijap Jepara justru tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Gol kilat Borja Herrera pada menit pertama langsung meruntuhkan mental tim tamu.
Dominasi tuan rumah semakin tak terbendung saat Sudi Abdallah menggandakan keunggulan menjadi 2-0 tepat di penghujung babak pertama (45′).
Sementara itu, Bhayangkara FC baru mampu memperkecil ketertinggalan melalui aksi Moussa Sidibe di ujung laga, tepatnya pada menit ke-90.
Respons Protes Wasit dan Evaluasi
Menyikapi jalannya laga, Pelatih Persijap, Mario Lemos mengaku sangat puas dengan determinasi tinggi anak asuhnya. Gol cepat di awal babak pertama diakui menjadi suntikan moral terbesar bagi tim untuk mengontrol sisa permainan.
Terkait adanya gelombang protes dari kubu lawan terhadap kepemimpinan wasit, Lemos memilih untuk tidak ambil pusing dan meresponsnya secara diplomatis.
“Saya tidak pernah komplain soal wasit. Semua orang bisa membuat kesalahan, baik itu pelatih maupun wasit. Secara umum, kualitas wasit di Indonesia sudah cukup bagus, apalagi dengan adanya dukungan VAR,” tegas Mario.
Meski sukses mengamankan kemenangan, pelatih tetap menyoroti kelengahan barisan pertahanan akibat kesalahan posisi saat tendangan gawang di akhir laga yang menggagalkan target tak kebobolan.
“Tentu saja clean sheet akan lebih baik, tetapi di akhir pertandingan, yang terpenting adalah tiga poin. Kami menghormati Bhayangkara yang tampil luar biasa, namun hari ini kami pantas menang,” tuturnya.
Perkokoh Posisi Klasemen
Senada dengan sang pelatih, pencetak gol kedua Persijap, Sudi Abdallah menyebut kunci kemenangan terletak pada kedisiplinan dan kekompakan tim.
Para pemain sukses mengeksekusi instruksi juru taktik untuk mematikan pergerakan pemain pilar lawan di atas lapangan.
“Bhayangkara adalah tim yang sangat berkualitas. Pelatih meminta kami bermain disiplin dan kompak, dan kami berhasil membuktikannya,” ucap Sudi.
Berkat tambahan tiga poin krusial di kandang ini, posisi Persijap Jepara semakin kokoh. Mereka kini menempati urutan ke-14 klasemen sementara dengan koleksi 25 poin. (oka/gih/rds)










