JEPARA, Joglo Jateng – Semangat Raden Ajeng Kartini tidak berhenti sebagai simbol sejarah di tanah kelahirannya. Di Jepara hari ini, nilai-nilai perjuangan Kartini justru menemukan bentuk nyata melalui geliat pemberdayaan perempuan yang terus tumbuh, mulai dari lingkup keluarga hingga penguatan ekonomi daerah.
Ketua TP PKK Jepara, Laila Saidah Witiarso, menegaskan bahwa ajaran Kartini tidak cukup hanya diperingati, tetapi harus dihidupkan dalam praktik sehari-hari. “Minimal ada tiga sifat yang harus diambil, lemah lembut, penyayang, dan cerdas. Tapi juga harus punya semangat juang yang gigih,” ujarnya kepada Joglo Jateng, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, PKK Jepara menerjemahkan nilai-nilai itu ke dalam berbagai program pemberdayaan yang menjangkau hingga tingkat desa. Kader dasawisma menjadi garda terdepan untuk memastikan program tidak berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan perempuan di akar rumput.
Perempuan Jepara Maju di Sektor Ekonomi
Di bidang ekonomi, peran perempuan Jepara makin menonjol. Mereka tidak lagi berada di belakang layar, melainkan menjadi pelaku utama dalam penguatan UMKM berbasis potensi lokal mulai dari seni ukir hingga kerajinan tangan.
“Perempuan sekarang bukan lagi sekadar pendukung, tapi sudah jadi penggerak UMKM. Banyak pengukir perempuan,” terang Laila.
Pelatihan kewirausahaan, pengembangan produk, hingga pemanfaatan teknologi digital terus didorong agar perempuan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Upaya ini menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi perempuan sekaligus mengurangi kesenjangan.
Di bidang pendidikan, perempuan semakin banyak hadir sebagai pendidik, profesional, hingga pemimpin di berbagai sektor. Bahkan di ranah politik, keterwakilan perempuan di DPRD Jepara terus menguat dengan sekitar 10 kursi diisi oleh perempuan.










