PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui instansi terkait harus memutar otak menyiasati melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) dan aspal belakangan ini. Imbasnya, desain proyek perbaikan jalan di Kabupaten Pati terpaksa dirombak dengan mengurangi spesifikasi lebar bahu jalan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati saat ini tengah mengebut revisi Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar proyek infrastruktur tidak mangkrak di tengah jalan. Penyesuaian ini adalah langkah pahit namun logis guna menyelamatkan puluhan titik krusial yang sudah masuk daftar prioritas perbaikan tahun 2026.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, mengakui bahwa fluktuasi harga material konstruksi ini sangat berdampak pada tata waktu pengerjaan di lapangan.
“Ini masih nunggu perubahan RAB. Semoga maksimal dua minggu sudah bisa siap,” ujarnya, belum lama ini.
Meski jadwal pasti masih menunggu palu revisi diketok, Hasto memproyeksikan alat berat dapat segera diturunkan dalam waktu dekat. Tercatat, ada sekitar 77 titik ruas jalan yang masuk daftar tunggu perbaikan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2026.
Anggaran Tetap, Lebar Bahu Jalan Jadi Korban
Sejumlah jalur vital yang siap diaspal ulang itu meliputi ruas Munadi (Terminal–JLS), Guyangan–Runting, Guyangan–Juwana, Boloagung–Trimulyo, Jaken–Jakenan, Tlogowungu–Bapoh, Prawoto–batas Kudus, hingga Jetak–Guyangan.
Menariknya, daftar ini juga mencakup perbaikan jalan di kawasan Kawedanan Kota Kayen yang beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial lantaran ditanami pohon pisang oleh warga. Khusus untuk ruas tersebut, pemerintah telah menyuntikkan pagu dana sebesar Rp 1,25 miliar.
Terkait solusi teknis di tengah meroketnya harga BBM dan aspal, Hasto menegaskan pihaknya tidak akan mengurangi target panjang jalan maupun menambah nominal kontrak. Satu-satunya komponen yang “dikorbankan” adalah dimensi samping jalan.
“Untuk anggarannya sama, panjangnya tetap sama. Cuma kami kurangi lebar bahu jalannya saja,” tegas Hasto membeberkan strategi DPUPR Kabupaten Pati.
Ia berharap, setelah drama revisi hitung-hitungan anggaran ini rampung, seluruh kontraktor dapat mengeksekusi perbaikan jalan dengan mulus tanpa ada kendala mutu di kemudian hari. (lut/iza/rds)










