Perusahaan ban tersebut mempekerjakan sekitar 3.600 karyawan dan memproduksi ban berukuran besar dengan bahan baku karet dari Indonesia. Dalam sebulan, ekspor perusahaan mencapai sekitar 1.000 kontainer ke Amerika dan Brasil.
Sementara itu, General Manager Polygroup Manufaktur Indonesia, Nicholas Lau, juga menyampaikan persoalan serupa. Ia mengatakan saat terjadi lonjakan produksi pada periode Juni hingga September, aktivitas keluar-masuk barang dapat mencapai 300 hingga 400 kontainer per hari.
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya pembatasan operasional truk di sejumlah jalur distribusi yang ikut memengaruhi kelancaran pengiriman barang dari dan menuju pelabuhan.
“Dengan kondisi saat ini, para investor khawatir hambatan logistik akan semakin besar jika tidak segera diatasi. Saat ini kita sudah mengirim produk kami 1.000 kontainer per bulan, dan target ke depan diproyeksikan mencapai 3.000 kontainer per bulan,” kata Nicholas Lau.(ags)










