Pati  

Kemarau Mengancam Pati, 96 Desa Masuk Zona Rawan Kekeringan Tahun Ini

KONDISI: Warga di salah satu desa di Kabupaten Pati yang dilanda kekeringan mengambil bantuan air bersih, beberapa waktu lalu. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Musim kemarau panjang diprediksi akan kembali melanda tahun ini, memicu ancaman krisis air bersih bagi masyarakat luas. Menyikapi potensi bencana musiman tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mulai memetakan sebaran wilayah yang berisiko tinggi terdampak.

Berdasarkan pemetaan, puluhan desa yang tersebar di sepuluh kecamatan diprediksi akan mengalami kesulitan akses air. Kesepuluh wilayah tersebut meliputi Kecamatan Batangan, Juwana, Jaken, Jakenan, Pucakwangi, Winong, Tambakromo, Gabus, Kayen, dan Sukolilo.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetyo membenarkan adanya potensi krisis air yang meluas tersebut.

“Ada 96 desa yang saat ini rawan kekeringan. Itu tersebar di sejumlah kecamatan,” ucapnya.

Siagakan Armada dan Tandon Air

Guna mengantisipasi krisis di tengah masyarakat, pihak berwenang telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi strategis. Salah satu fokus utamanya adalah penyiapan armada khusus untuk keperluan droping bantuan air bersih ke lokasi-lokasi terdampak.

Tidak hanya itu, fasilitas penampungan sementara juga disiagakan bagi pemerintahan desa yang warganya mulai kesulitan mencari sumber air.

“Kami juga menyiapkan tandon kapasitas 5 ribu liter untuk dipinjamkan ke desa yang membutuhkan penampungan air. Saat ini masih tersedia 10 tandon,” terangnya.

Pantau Cuaca dan Siapkan Rapat Koordinasi

Meskipun berbagai persiapan infrastruktur telah dilakukan, BPBD Kabupaten Pati terus memantau dinamika perkembangan cuaca secara berkala. Martinus menjelaskan, apabila intensitas hujan mulai menurun drastis pada pertengahan Mei mendatang, pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi persiapan kekeringan secara menyeluruh.

Ia menambahkan bahwa kondisi iklim di wilayahnya seringkali memiliki karakteristik tersendiri yang perlu diwaspadai.

“Cuaca Pati sepertinya berbeda dengan kabupaten lain. Mungkin kemaraunya normal seperti tahun 2016 lalu. Namun tetap dipantau,” pungkasnya. (lut/fat/rds)