SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memanfaatkan momen forum ASEAN-ID Nourish untuk memperkenalkan inovasi pariwisata digital sekaligus kesiapan program ketahanan pangan daerah. Inovasi bernama Semarang Virtual Tour resmi diluncurkan bertepatan dengan Dialog Nasional Praktik Makan Bergizi Gratis (MBG) di Hotel Gumaya, Selasa (28/4/2026) malam.
Langkah strategis ini disiapkan sebagai pintu masuk bagi para delegasi nasional dan internasional untuk menjelajahi Kota Atlas secara praktis. Selain itu, panggung besar ini menjadi ajang pembuktian kesiapan infrastruktur daerah dalam mengeksekusi program pemenuhan gizi anak.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menjelaskan, inovasi digital tersebut memungkinkan para tamu undangan mengeksplorasi jejak sejarah, budaya, dan kuliner khas daerah hanya melalui genggaman tangan.
“Di sela-sela kegiatan kami mengundang Bapak/Ibu untuk menikmati Semarang secara lebih utuh, menyusuri jejak sejarahnya, merasakan denyut budayanya, hingga menikmati ragam kuliner yang tumbuh dari keberagaman tersebut,” ujar Agustina.
Tautan akses menuju layanan penjelajahan digital itu telah dibagikan secara langsung ke perangkat seluler seluruh peserta forum.
“Silakan cek di ponsel masing-masing. Kami sudah mengirimkan tautan untuk menikmati Semarang secara virtual kapan pun,” katanya.
Diapresiasi Global Terkait Program Pangan
Di luar sektor pariwisata, Pemkot Semarang juga menuai pujian atas keseriusannya membangun sistem pangan perkotaan yang berkelanjutan. Direktur Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP), Filippo Gavazzeni, menilai wilayah ini memegang peran krusial dalam memperkuat komitmen ketersediaan pangan bergizi bagi anak-anak.
“Bagi kami ini adalah momen yang benar-benar penting yang menandai niat bersama kita untuk memastikan makanan bergizi bagi semua anak,” terangnya.
Filippo menyebutkan, Wali Kota Semarang sebelumnya juga telah mendapat pengakuan pada Forum Global Pakta Milan. Beberapa inisiatif yang disorot meliputi perluasan program detektif pangan, edukasi pola makan sehat bagi pelajar, hingga operasional dapur terpusat di sekolah.
Untuk mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis, saat ini Kota Semarang telah menyiagakan 174 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Fasilitas penunjang tersebut ditargetkan mampu menjangkau dan melayani lebih dari 281 ribu penerima manfaat secara terarah. (hfh/hms/ree/rds)










