Jepara  

Taj Yasin dan Fadli Zon Dorong Seni Ukir Jepara Tembus Pasar Global hingga UNESCO

TERTARIK: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mengunjungi pameran ukir ‘Tatah’ di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (30/4/2026). (HUMAS/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Mahakarya pameran seni ukir Jepara kembali didorong secara masif untuk menembus kerasnya persaingan pasar global. Komitmen ini digaungkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mengunjungi pameran bertajuk ‘Tatah’ di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Kunjungan strategis ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk mengukuhkan posisi karya seni berbahan kayu tersebut. Ukir Jepara dinilai bukan hanya berstatus sebagai warisan budaya leluhur, melainkan juga sektor ekonomi yang berpotensi mengangkat hajat hidup masyarakat luas.

Taj Yasin menilai, penyajian karya yang dikemas apik melalui narasi sejarah (storytelling) menjadi cara paling efektif untuk memikat perhatian audiens.

“Saya yakin seni ukir ini masih bisa diandalkan untuk menjadi penopang kebutuhan ekonomi di Kabupaten Jepara,” ujar Taj Yasin.

Oleh karena itu, ia menekankan krusialnya menjaga keberlanjutan tradisi yang telah mengakar sejak abad ke-16 ini. Penguatan proses regenerasi perajin muda menjadi fokus utama agar denyut nadi industri ini tidak terputus di tengah jalan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah saat ini tengah mematangkan langkah konkret untuk memperluas ekspansi pasar internasional. Salah satu agenda besarnya adalah rencana pameran di Dubai, Uni Emirat Arab pada September mendatang.

“Kita kondisikan agar maksimal dan berdampak bagi para perajin,” tegasnya.

Dukungan serupa juga datang dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin. Menurutnya, pameran ‘Tatah’ adalah gerbang pembuka pasar baru sekaligus wadah pendampingan yang berkelanjutan.

“Dekranasda Jawa Tengah juga berupaya agar perajin seni ini tidak hanya dari generasi tua, tapi ada regenerasi dan akan didampingi melalui pelatihan-pelatihan,” jelas Nawal.