PSSI Pemalang Tegaskan Sepak Bola Harus Jadi Hiburan Aman

KONDUSIF: Suasana laga final Turnamen Sepak Bola Pedurungan Open 2026 yang mempertemukan kesebelasan GSP FC (Cibelok) melawan Purnel FC (Suradadi) di Lapangan Desa Pedurungan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Minggu (3/5/2026). (HUMAS/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Pemalang memberikan peringatan serius menyusul adanya insiden kericuhan di sejumlah ajang turnamen lokal. Sepak bola antardesa diimbau untuk kembali pada hakikatnya sebagai ruang hiburan rakyat yang aman dan tertib.

Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PSSI Kabupaten Pemalang, Hengki Wijaya. Ketegasan ini menyusul rentetan keributan yang sempat mewarnai sejumlah laga pada Kamis (30/4/2026) lalu di dua lokasi berbeda, salah satunya di Desa Pedurungan.

Kerugian bagi Pelaku UMKM

Hengki menyoroti dampak negatif berganda dari setiap kericuhan yang pecah di pinggir lapangan hijau.

Peristiwa tersebut tidak hanya mengancam keselamatan fisik para pemain dan penonton, tetapi juga mencoreng nilai sportivitas. Lebih jauh, kericuhan berpotensi mematikan perputaran ekonomi, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi.

Sebaliknya, ia meyakini bahwa pertandingan yang aman justru akan mendatangkan berkah finansial dan dampak sosial yang positif bagi hajat hidup masyarakat sekitar.

Pesan perdamaian tersebut ditekankan Hengki saat menghadiri partai puncak Turnamen Sepak Bola Pedurungan Open 2026. Laga pamungkas itu mempertemukan kesebelasan GSP FC (Cibelok) melawan Purnel FC (Suradadi) di Lapangan Desa Pedurungan, Kecamatan Taman, Minggu (3/5/2026).

“Mari jadikan partai final ini sebagai momentum untuk menunjukkan kedewasaan dalam mendukung, menjaga ketertiban, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas demi nama baik sepak bola daerah,” tegasnya di hadapan penonton.

Apresiasi Gairah Olahraga

Meski sempat dibayangi insiden kelam pada babak sebelumnya, pihak PSSI Pemalang tetap mengapresiasi kerja keras panitia penyelenggara Pedurungan Open.

Upaya panitia dinilai selaras dengan misi organisasi dalam mewadahi bakat-bakat muda dan menghidupkan gairah turnamen sepak bola Pemalang.

“Turnamen ini turut membantu PSSI Kabupaten Pemalang dalam menyemarakkan dan menggelorakan olahraga sepak bola di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Hengki tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran kepolisian dan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sukses mengawal keamanan, sehingga laga final tersebut dapat berjalan lancar tanpa hambatan. (fan/ree/rds)