SEMARANG, Joglo Jateng – Menjelang Hari Raya Iduladha, pengelola Kandang Penggemukan Sapi Berkah Beef Masjid Agung Semarang (MAS) menerapkan perawatan intensif terhadap puluhan sapi kurban. Perawatan dilakukan mulai dari pemberian jamu rempah hingga antiseptik khusus guna menjaga kesehatan dan mendukung proses penggemukan sapi.
Kandang yang berada di Kompleks Area Pasar Induk MAJT–MAS, Jalan Arteri Soekarno Hatta tersebut saat ini menampung sapi berbobot 350 kilogram hingga hampir 900 kilogram. Hewan kurban itu dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Semarang dan sejumlah daerah sekitar menjelang Iduladha.
Koordinator Kandang Berkah Beef MAS, Yus Prasetyo mengatakan, pengelola menerapkan pola pemberian pakan dengan pengawasan ketat agar pertumbuhan sapi sesuai target. Kebutuhan nutrisi sapi dipenuhi mulai dari karbohidrat, vitamin, mineral, hingga tambahan probiotik untuk menjaga kesehatan pencernaan.
“Jadi kita benar-benar perhatikan pakannya. Nutrisi harus terpenuhi supaya pertumbuhan sapi sesuai target,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Selain pakan utama, sapi juga diberi tambahan jamu ternak berbahan alami seperti kunyit, kencur, garam, dan jahe. Racikan tersebut diolah menjadi jus dan diberikan rutin setiap pagi untuk meningkatkan nafsu makan sekaligus membantu penyerapan nutrisi.
“Fungsinya supaya pencernaan lebih baik, jadi penyerapan makanannya juga maksimal,” katanya.
Pengelola kandang juga melakukan pemantauan bobot sapi secara rutin melalui penimbangan minimal satu kali setiap bulan. Dari hasil pemantauan, rata-rata kenaikan bobot sapi mencapai 1 hingga 1,6 kilogram per hari, bahkan pada kondisi tertentu dapat menembus 2 kilogram per hari.
Di sisi lain, standar kesehatan kandang turut diperketat untuk mencegah penyebaran penyakit, terutama saat musim pancaroba. Dewan Pengarah Kandang, Zainal Arifin menjelaskan, setiap sapi yang baru datang harus menjalani masa isolasi selama satu minggu sebelum dicampur dengan sapi lain.
“Begitu masuk kita isolasi dulu, tidak dicampur dengan sapi lama,” ujarnya.
Setelah melewati masa adaptasi, sapi diberikan suntikan obat cacing, vitamin, hingga obat penguat tubuh untuk mengurangi stres. Pengelola juga menggunakan antiseptik racikan berbahan minyak tawon, alkohol, dan disinfektan untuk menangani luka ringan pada sapi agar cepat kering dan tidak mengundang lalat. (hfh/gih/rds)










