Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jepara, Nur Hidayat, menilai capaian tersebut perlu disikapi dengan terbuka dan dijadikan bahan introspeksi bersama apabila data tersebut valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya dipengaruhi oleh sekolah, tetapi juga lingkungan keluarga dan kondisi sosial masyarakat.
“Mungkin juga dipengaruhi pola hidup masyarakat. Anak-anak sekarang terkontaminasi penggunaan handphone, kemudian pengawasan dari orang tua, guru, dan anak sendiri juga perlu ditingkatkan,” kata Nur Hidayat.
Ia menilai, kultur masyarakat turut berpengaruh terhadap perkembangan belajar siswa. Perubahan kebiasaan sosial anak-anak saat ini menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan prestasi akademik.
“Kultur masyarakat dan lingkungan sangat memengaruhi. Anak-anak sekarang banyak yang masih nongkrong sampai malam,” ujarnya.
Selain faktor sosial, Nur Hidayat juga menyoroti sejumlah persoalan di lingkungan pendidikan yang dinilai dapat berdampak terhadap kualitas pembelajaran. Di antaranya masih adanya kekosongan jabatan kepala sekolah, kekurangan guru, hingga kepala sekolah yang harus merangkap tugas di beberapa satuan pendidikan.
“Kalau dibandingkan dengan kondisi biasa ya juga pengaruh,” katanya.
Nur Hidayat meminta semua pihak harus mengambil tanggung jawab untuk melakukan perbaikan bersama.
“Kalau memang data itu benar, kita harus mawas diri dan bertanggung jawab dengan hasil yang ada. Apapun hasilnya, harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pemerintah, sekolah, maupun keluarga,” tegasnya. (oka/gih/rds)










