Sebanyak 6 kontingen turut ambil bagian dalam karnaval tersebut. Peserta terdiri atas 2 Madin dan 4 jemaah masjid, serta berbagai peserta TPQ. Selain pawai, panitia juga mengadakan penilaian untuk memacu kreativitas peserta.
“Secara umum tujuan kegiatan ini adalah memaknai hijrah umat Islam, khususnya masyarakat Desa Bawu, agar menjadi lebih baik,” kata Rohim.
“Kami juga ingin menonjolkan sisi religius dalam peringatan Tahun Baru Islam, sehingga tidak hanya identik dengan kemeriahan seperti perayaan tahun baru Masehi,” imbuhnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menunjukkan kekompakan antarlembaga pendidikan Islam dan jemaah masjid di Desa Bawu. Hal ini sekaligus memperkuat persatuan serta kebersamaan warga.
Dalam penilaian yang dilakukan panitia, kategori madrasah diniyah berhasil dimenangkan oleh Madin Miftahul Falah Bawu.
Sementara itu, untuk kategori masjid, juara pertama diraih Masjid Baitussalam RT 35 RW 08. Juara kedua ditempati Masjid Ahmad Al-Basheri RT 29, dan juara ketiga diraih Masjid Baitussalam RT 12 RW 03.
Selain itu, penghargaan peserta terbanyak diraih Masjid Baitussalam RT 35 RW 08.
Kategori kostum terbaik diberikan kepada Masjid Ahmad Al-Basheri RT 29. Sedangkan, peserta terheboh diraih kontingen Masjid Miftahul Falah RT 22. (oka/gih/rds)










