Jepara  

Tawarkan Fasilitas Laptop hingga Makan Gratis, Seleksi SNT Jepara Diserbu Puluhan Pelajar

FOKUS: Peserta jenjang SMP saat mengikuti Tes Bakat Skolastik seleksi masuk Sekolah Negeri Terintegrasi (SNT) Jepara di SMP Negeri 2 Kudus pada Rabu (29/7/2026). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

Peserta yang lolos wajib melakukan daftar ulang pada 4-7 Agustus 2026, kemudian mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai 10 Agustus 2026 selama satu bulan.

“Kuota SMP 40 siswa dan SMA juga 40 siswa. Untuk SMA yang mendaftar ada 45 anak, dua di antaranya dari Kudus,” ujarnya.

Selama gedung permanen SNT di Kecamatan Pakis Aji masih dibangun, kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan sementara di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan. Masa transisi ini berlangsung selama sekitar satu tahun.

Untuk mendukung mobilitas siswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyiapkan layanan antar-jemput.

Layanan ini menggunakan dua unit kendaraan, di antaranya bus milik Pemkab serta armada dari Dinas Perhubungan (Dishub).

Sistem penjemputan akan dilakukan melalui sejumlah titik layanan di berbagai wilayah.

“Nanti konsepnya seperti travel. Akan ada titik penjemputan untuk mengakomodasi seluruh siswa selama pembelajaran masih di BLK,” jelasnya.

“Setelah sekolah menempati gedung permanen di Pakis Aji, layanan transportasi akan menjadi tanggung jawab Kemendikdasmen,” imbuhnya.

Selain bebas biaya pendidikan, seluruh siswa SNT akan memperoleh berbagai fasilitas penunjang belajar.

Di antaranya lima setel seragam, tas, sepatu, topi, jilbab bagi siswi muslim, buku tulis, dan buku teks pelajaran.

Bahkan, siswa juga mendapat laptop yang dapat dibawa pulang, serta makan siang melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, fasilitas sekolah nantinya akan dilengkapi lapangan sepak bola dengan lintasan joging dan kolam renang sebagai sarana penunjang pembelajaran.

“Fasilitas yang umum nanti tersedia saat sekolah sudah menempati lokasi di Pakis Aji. Kalau yang menjadi fasilitas pribadi siswa akan langsung diberikan,” tambahnya.

Wuriyanto menyebut, sistem pembelajaran di SNT tetap menggunakan Kurikulum Nasional yang diperkaya dengan pendekatan STEAMS (Sains, Teknologi, Rekayasa, Seni, Matematika, dan Olahraga).