Meningkatkan Rasa Percaya Diri dengan Inkuiri Apresiatif Metode Bagja

Oleh: Titik Muti’ Ah, S.Pd.AUD
Guru TK Negeri Pembina, Kec. Bojongsari, Kab. Purbalingga

USIA taman kanak-kanan (TK) merupakan usia emas yang harus kita kembangkan segala aspek kemampuannya. Sebagai pendidik, kita perlu ingat kembali tujuan pendidikan nasional yang telah dinyatakan dalam UU  Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas  Pasal 3. Bahwa pendidikan diselenggarakan agar setiap individu dapat menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat. Kemudian berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berdasarkan pedoman itu, Profil Pelajar Pancasila diharapkan menjadi pegangan untuk para pendidik. Dikutip dari CNN Indonesia (Selasa 11 Juli 2023) Profil Pelajar Pancasila adalah pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Percaya diri merupakan kemampuan penting untuk ditanamkan pada peserta didik sejak dini. Menurut Vandenbos, kepercayaan diri adalah percaya pada kapasitas kemampuan diri dan terlihat sebagai kepribadian yang positif.

Sedangkan menurut Asrori (2020), percaya diri merupakan suatu aspek kepribadian individu yang berfungsi sebagai aktualisasi dalam mengembangkan potensi diri. Ciri-ciri peserta didik yang mempunyai rasa percaya diri di antaranya optimis, mampu memotivasi diri, berani mencoba, dapat membuat keputusan sendiri. Di samping itu memiliki tanggung jawab, mampu bermain bersama teman, dan rasa ingin tahunya tinggi.

Kegiatan bercerita dengan gambar dapat dilakukan setiap hari. Dengan pembiasaan ini, maka peserta didik akan terbiasa untuk tampil di depan teman-temanya untuk menceritakan gambar yang sudah ia pilih.  Setelah peserta didik bercerita maka secara otomatis dia akan yakin pada kemampuan dirinya.

One day one picture yang saya terapkan ini dilakukan dengan pendekatan inkuiri apresiatif dengan metode Bagja. Menurut Cooperrider & Whitney (2005), inkuiri apresiatif adalah suatu filosofi, suatu landasan berpikir yang berfokus pada upaya kolaboratif menemukan hal positif dalam diri seseorang, dalam suatu organisasi dan dunia di sekitarnya. Baik di masa lalu, masa kini, maupun masa depan.

Ia berpendapat juga bahwa saat ini kita hidup pada zaman yang membutuhkan mata yang dapat melihat dan mengungkap hal yang benar dan baik. Penerapan inkuiri apresiatif ini dalam bahasa Indonesia disebut dengan Bagja. Kepanjangannya adalah Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, dan Atur Eksekusi.

Pendekatan inkuiri apresiatif merupakan pendekatan dengan kolaborasi dan memanfaatkan kekuatan yang ada di sekolah. Kekuatan yang ada di TK Negeri Pembina Kecamatan Bojongsari ini adalah ketersediaan gambar-gambar yang banyak yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan.

Pelaksaanan Bagja diawali dengan buat pertanyaan utama. Pertanyaan dalam tahap ini adalah bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri peserta didik melalui kegiatan one day one picture.

Kemudian dilanjutkan dengan ambil pelajaran. Tahap ini merupakan lanjutan untuk menemukan kekuatan sekolah. Setelah itu mengidentifikasi/mengapresiasi yang terbaik dari apa yang telah ada, dan menemukan inti positif. Pertanyaan dalam tahap ambil pelajaran ini di antaranya siapa rekan guru yang ahli dalam bercerita menggunakan gambar? Apa saja gambar yang disukai peserta didik selama ini?.

Gali mimpi merupakan langkah ketiga. Kita membayangkan apabila tujuan pembelajaran ini telah berhasil dalam hal ini peserta didik sudah mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Selanjutnya, jabarkan rencana. Rencana-rencana atau langkah-langkah ditentukan untuk mewujudkan kegiatan one day one picture.

Langkah yang terakhir adalah atur eksekusi. Langkah ini merupakan langkah untuk menentukan siapa yang berperan dan apa perannya dalam me-monitoring kegiatan one day one picture. Sehingga kegiatan ini dapat berjalan secara konsisten dan berlanjut. Dengan begitu, rasa percaya diri anak meningkat. (*)