SLEMAN, Joglo Jogja – Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), menilai perkembangan resin komposit merupakan material baik untuk restorasi gigi. Hal ini dikarenakan bahan tersebut mempunyai nilai elastis tinggi.
Guru Besar Ilmu Biomaterial Komposit Kedokteran Gigi UGM, Prof. Dr. drg. Siti Sunarintyas mengungkapkan, perkembangan material resin komposit dalam perawatan gigi memiliki kemampuan restorasi langsung. Serta mempunyai sifat mekanis yang baik.
“Material resin komposit telah banyak digunakan dalam kedokteran gigi untuk berbagai keperluan. Seperti perawatan penutup kavitas, restorasi intra dan ekstra korona, hingga elemen gigi tiruan,” ungkapnya.
Pihaknya menambahkan, material tersebut telah dikenal sejak 1960. Dengan partikel yang terdiri dari matriks polimer organik, partikel pengisi anorganik, material perekat, serta sistem aktivator dan inisiator polimerisasi resin.
“Matriks resin komposit yang umum digunakan saat ini adalah bisphenol A glycidil methacrylate (bisGMA) dengan kekentalan tinggi. Tren penggunaan material ini semakin meningkat di masa mendatang dengan aplikasi meluas di berbagai bidang kedokteran gigi,” imbuhnya.
Namun, perlu adanya penelitian terstruktur untuk meningkatkan kualitas material resin komposit dari segi kimiawi, fisis, mekanis dan biologis. Di masa depan, ini diharapkan bersifat bioaktif dan mampu menghambat karies.
“Sehingga perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut, agar material ini dapat menjadi pilihan perawatan kedokteran gigi yang tahan lama, fungsional dan aman. Terlebih material resin juga kompromis terhadap biofilm dan melindungi struktur gigi,” pungkasnya.(suf/sam)










