KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Perdagangan Kudus mempersiapkan ketersediaan stok LPG 3 Kg untuk stok Ramadan dan lebaran. Sebagai langkah antisipasi kelangkaan, sudah ada langkah pengajuan lagi sebanyak lima persen stok.
Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen, Minan Mochamad mengatakan, dalam penyediaan stok tahun ini sudah dipersiapkan. Terutama menjelang ramadhan dan lebaran.
“Penyaluran LPG 3 Kg ini dipastikan aman stoknya. Tetapi mungkin karena penyaluran ke agen dan pangkalan itu mandek karena libur. Jika setiap hari masyarakat menggunakan LPG, dan penyalurannya mandek sehari. Mereka menganggap LPG langkas. Padahal tidak seperti itu,” tuturnya.
Dia menambahkan, kemunungkinan ada kepanikan dan sebagaunya, sehingga masyarakat cenderung terbawa isu akan kelangkaan itu. Kemudian, dimanfaatkan oleh pengecer untuk menaikkan harga.
“Setiap tanggal merah, penyaluran subsidi LPG 3 kg ke agen dan pangkalan libur. Bisa juga pada saat penyaluran stok tidak sesuai jadwal atau kondisional,” kata Minan saat ditemui di kantor.
Dia menegaskan, kelangkaan saat ini hanya sekedar hoax. Baik di toko pengecer maupun suplai dari pangkalan. Ada beberapa alasan yang sebelumnya tidak diketahui oleh masyarakat sehingga menjadikan isu kelangkaan.
Manager Communication, Relations, & CSR JBT PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho menyampaikan, penyaluran rata-rata harian LPG 3 kg di Kudus 31.547 tabung per hari. Sesuai permintaan Dinas Perdagangan Kudus, maka telah dilakukan extra dropping sebesar 11.760 tabung pada 10 Februari 2024 dan 5.040 tabung pada 22 Februari 2024.
Pangkalan LPG 3 kg di Kudus ada 1.170. Per 31 Desember 2024, 100% pangkalan di Kudus sudah menerapkan transaksi pembelian LPG 3 kg dengan dengan menginput Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Sesuai surat Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM nomor T-190/MG.05/DJM/2023 tanggal 8 Januari 2023 perihal Kewajiban Penyediaan dan Pendistribusian LPG Tabung 3 Kg, disebutkan bahwa penyalur (agen) dan subpenyalur (pangkalan) untuk mendistribusikan minimal 80% LPG bersubsidi langsung kepada konsumen akhir terhitung mulai tanggal 1 Maret 2023
“Adapun sebelumnya, minimal 70% LPG bersubsidi disalurkan ke konsumen akhir di pangkalan. Dengan bertambahnya angka persentase tersebut, pangkalan lebih bisa melayani konsumen akhir,” pungkasnya. (cr3/fat)










