Kudus  

Penggunaan Seragam Kudusan tak Hanya Simbolis

BERJAJAR: Siswa-siswi SMP 1 Kudus nampak rapi mengenakan seragam adat kudusan, Selasa (23/4/24). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemakaian seragam adat Kudusan di SD SMP se Kabupaten Kudus serentak diterapkan mulai Selasa, (23/4). Akan tetapi praktik pengenaan pakaian adat Kudusan ini diharapkan tak hanya sekadar simbol.

Ketua PGRI Kudus, Ahadi Setiawan menyampaikan, pihak sekolah yang diwakili para guru kelas bisa menyampaikan secara langsung kepada siswa maupun siswi. Yakni terkait manfaat dan esensi pemakaian seragam adat Kudusan.

“Jadi tidak hanya sekadar memakai dan merealisasikan Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus Nomor  400.3.13.2/714/2024. Tetapi juga siswa mengetahui maksud dan tujuannya,” terangnya kepada Joglo Jateng, Selasa (23/4/24).

Ia menilai beberapa sekolah sudah siap untuk mempraktikkan aturan tersebut. Sebab menurutnya ini bukan hal yang baru.

“Pakai sarung batik dan kebaya pun memang sering kita kenakan di Hari Kartini. Dan anak-anak dalam praktiknya sering melihat bapak/ibu guru di tanggal 23 selama ini,” ujarnya.

Wawan menambahkan, penggunaan seragam adat Kudusan memiliki banyak manfaat. Anak-anak secara tidak langsung mengingat sejarah Kudus yang lahir di 23 September.

“Agar merek juga senantiasa semangat mencintai budaya, sejarah dan semuanya yang ada di Kudus,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Korwil Jekulo, Indra mengaku 90 persen dari 61 SD di Kecamatan Jekulo sudah menggunakan pakaian adat Kudusan. Menurutnya ini merupakan langkah yang baik untuk mengenalkan budaya lokal kepada siswa-siswi.

“Karena Kudus terkenal dengan busana adat iket, sarung, kebaya. Maka inilah yang menjadi ciri khas dan ditunjukkan secara langsung,” ungkapnya.

Apalagi, kata dia, ada wacana penambahan muatan lokal Gus Jigang. Hal ini menjadi salah satu trobosan baik untuk menciptakan pendisikan karakter anak melalui kearifan lokal.

Sedangkan salah satu pelajar Kelas 7 siswi SMP 1 Kudus, Helena Felicia Evangeline Sheeva, mengaku siap jika ada aturan memakai adat kudusan setiap tanggal 23. Sebab hal ini juga sudah dibiasakan di sekolahnya.

“Selama di sini setiap tanggal 23 suruh pakai baju Kudusan. Dan kalau pakai seragam adat Kudusan merasa bangga dengan budaya di Kudus. Sementara saat memakai seragam OSIS SMP saya merasa bangga sebagai anak sekolah,” ungkapnya. (cr1/fat)