KENDAL, Joglo Jateng – Alih fungsi lahan secara besar-besaran yang terjadi saat ini menjadi perhatian serius DPRD Kendal. Apalagi yang menjadi obyeknya adalah lahan pertanian atau lahan hijau yang dialih fungsikan menjadi perumahan.
Menurut anggota DPRD Kendal, Tardi, alih fungsi lahan sawah menjadi perumahan berbanding terbalik dengan program yang saat ini tengah digencarkan oleh pemerintah pusat. Yakni terkait swasembada pangan.
Politisi Partai Golkar ini mencotohkan terjadinya alih fungsi lahan sawah yang berada di beberapa kelurahan di Kecamatan Kendal Kota.
“Di wilayah Kecamatan Kendal Kota, banyak sawah kelas yang hasilnya itu bisa antara 7 sampai 10 ton padi per hektare, sekarang dialih fungsi jadi lahan perumahan,” kata Tardi, belum lama ini.
“Ini tentunya akan berdampak besar bagi program pemerintah terkait swasembada pangan. Ketika pemerintah pusat gencar-gencarnya meningkatkan produksi pangan, tetapi malah Kendal ini aneh. Kenapa sawah-sawah yang menghasilkan gabah yang tinggi malah dialihfungsikan?,” bebernya.










