KENDAL, Joglo Jateng – Meski program pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) sudah digulirkan, tingkat partisipasi masyarakat Kendal dinilai masih rendah. Hal ini berdampak langsung pada belum tercapainya target penerimaan PKB tahun 2025.
Hingga akhir Juli ini, realisasi penerimaan PKB baru menyentuh angka 49,29 persen atau sebesar Rp57,2 miliar dari target tahunan sebesar Rp116 miliar. Sementara itu, realisasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga masih jauh dari harapan, baru mencapai 40 persen atau sekitar Rp31 miliar dari target Rp81,9 miliar.
Kasi Pajak Kendaraan Bermotor Samsat Kendal, Yunianto Adhi Purnomo menyebut bahwa capaian tersebut sudah mencakup hasil dari giat Operasi Patuh Candi yang saat ini masih berlangsung.
“Fakta di lapangan masih menunjukkan banyak warga yang belum taat pajak. Dalam razia kami temukan kendaraan dengan pajak mati dua hingga tiga tahun. Bahkan, ada yang baru membayar pajak setelah terjaring operasi,” ungkap Yunianto, belum lama ini.
Yunianto menyayangkan rendahnya antusiasme masyarakat memanfaatkan momentum pemutihan pajak yang seharusnya menjadi peluang besar untuk meringankan beban administrasi.
“Artinya kesadaran masyarakat masih rendah, padahal program pemutihan ini sangat menguntungkan. Tetapi masih banyak yang tidak memanfaatkan,” imbuhnya.










