KUDUS, Joglo Jateng – Dalam rangka meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat terhadap isu-isu kesehatan publik, Program Studi Kesehatan Masyarakat Institut Cendekia Utama Kudus menggelar kegiatan Bedah Buku berjudul ‘Konsep Dasar Kesehatan Masyarakat’, baru-baru ini. Kegiatan yang dihadiri oleh dosen, mahasiswa, calon mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat serta praktisi kesehatan ini berlangsung secara daring.
Ketua Pelaksana, Ervi Rachma Dewi, menyebutkan, bedah buku ini bertujuan memperluas wawasan peserta mengenai prinsip, strategi, dan implementasi kesehatan masyarakat, sekaligus memperkenalkan buku yang menjadi salah satu referensi penting bagi tenaga kesehatan maupun pihak yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini juga bukan hanya sarana belajar, tetapi juga bentuk diseminasi hasil karya dosen sebagai kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu dan praktik kesehatan masyarakat.
“Buku ini kami susun untuk mempermudah pemahaman konsep-konsep dasar, sehingga dapat diaplikasikan langsung dalam program kesehatan berbasis komunitas. Tidak hanya itu dengan adanya buku ini semoga dapat meningkatkan literasi masyarakat” ujarnya.
Melalui sesi paparan dan diskusi interaktif oleh penulis yaitu Dr. Eko Prasetyo dan kawan-kawan dan panelis oleh Dr. Dian Ayubi selaku Ketua Departemen Pendidikan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan Melly Lestari dari penerbit Al Qalam Media Lestari, peserta memperoleh penjelasan mendalam mengenai peran promosi kesehatan, pencegahan penyakit, kesehatan lingkungan, hingga kebijakan publik dalam mewujudkan masyarakat yang sehat.
“Bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan, buku ini menjadi panduan teoritis sekaligus praktis. Sementara bagi masyarakat umum, kegiatan ini memberikan wawasan tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, serta mendorong partisipasi aktif dalam program kesehatan lokal,” imbuhnya.
Dengan adanya bedah buku ini, diharapkan pemahaman peserta dapat ditransfer ke lingkungan sekitar, sehingga manfaatnya meluas tidak hanya di lingkup akademis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bukti komitmen dosen dan institusi pendidikan dalam menyebarluaskan pengetahuan, memperkuat jejaring kerja sama, serta mendorong aksi nyata di bidang kesehatan masyarakat,” ungkapnya. (iza)










