Rugi Rp 17 Miliar! Ikan Siap Panen di Pati dan Pemalang Lenyap Tersapu Banjir

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi
KETERANGAN: Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi di kantor DKP Provinsi Jawa Tengah, Selasa (27/1). (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Bencana banjir yang melanda kawasan pesisir Jawa Tengah mengakibatkan kerusakan signifikan pada sektor budidaya perikanan. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah melaporkan, ribuan hektare tambak ikan di Kabupaten Pati dan Pemalang terendam air dengan total kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 17 miliar.

Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi para pembudidaya. Pasalnya, mayoritas komoditas ikan di tambak-tambak tersebut sedianya sudah memasuki masa siap panen, namun justru hanyut terbawa arus akibat luapan air dan tanggul yang jebol.

Pati Jadi Wilayah Terparah

Kepala DKP Provinsi Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi membenarkan adanya laporan kerusakan masif tersebut. Berdasarkan data sementara, Kabupaten Pati menjadi wilayah dengan dampak terluas, disusul Kabupaten Pemalang.

“Kami mendapat data dari Pemalang yang tambak-tambaknya terdampak banjir. Misalnya sudah mau panen, ternyata malamnya kena banjir, akhirnya tidak jadi panen. Data itu sudah masuk. Dari Pemalang ada, Pati juga ada,” ujar Endi Faiz saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026).

Endi merinci, berdasarkan laporan awal dari pemerintah kabupaten, luas lahan tambak yang terdampak di Kabupaten Pati mencapai 1.257 hektare.

“Luas lahan terdampak banjir di Pati sekitar 1.257 hektare. Ini data dari kabupaten dan masih akan kami verifikasi lebih lanjut,” imbuhnya.