KUDUS, Joglo Jateng – Suasana berbeda tampak di lingkungan MI NU Salafiyah Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Senin (10/2). Tak hanya siswa yang sibuk belajar, para guru dan tenaga kependidikan juga antusias mengikuti kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan oleh Tim Kesehatan Puskesmas Jekulo.
Kegiatan ini merupakan langkah proaktif untuk memastikan kondisi fisik para pendidik tetap prima dalam melayani siswa. Pemeriksaan kesehatan ini menjadi momentum penting untuk mendeteksi dini berbagai risiko penyakit tidak menular (PTM) yang kerap mengintai pekerja aktif.
Layanan Pemeriksaan Menyeluruh
Dalam kegiatan tersebut, para guru mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang cukup lengkap. Tim medis Puskesmas Jekulo melakukan skrining mulai dari fisik dasar hingga pengecekan laboratorium sederhana, meliputi:
- Pengukuran Tinggi Badan (TB) dan Berat Badan (BB).
- Pengukuran lingkar perut untuk deteksi obesitas sentral.
- Pengecekan tekanan darah (tensi).
- Tes kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Kepala MI NU Salafiyah Gondoharum, Naning Idha Rodliyah, S.Ag., M.Pd., menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, kesehatan guru adalah aset vital untuk menjaga kualitas pembelajaran di madrasah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Puskesmas Jekulo. Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai pengingat pentingnya menjaga pola hidup sehat di tengah kesibukan mengajar,” ujarnya.
Siswa Terima Obat Cacing
Tak hanya fokus pada guru, kegiatan ini juga menyasar kesehatan siswa. Tim Puskesmas Jekulo membagikan obat cacing kepada seluruh siswa MI NU Salafiyah. Program ini bertujuan mencegah infeksi kecacingan (worm infection) yang dapat menghambat penyerapan gizi dan mengganggu konsentrasi belajar anak.
“Pemberian obat cacing ini diharapkan mampu mengoptimalkan penyerapan gizi siswa, sehingga daya tahan tubuh meningkat dan mereka bisa lebih fokus belajar,” tambah Naning.
Salah satu guru MI NU Salafiyah mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan jemput bola ini. “Pemeriksaannya lengkap dan dilaksanakan di sekolah, jadi tidak perlu antre di Puskesmas. Dengan hasil ini, kami bisa lebih peduli terhadap kondisi kesehatan masing-masing,” ungkapnya. (iza/fat/rds)










