KUDUS, Joglo Jateng – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menunjukkan teladan gaya hidup sehat dan langkah nyata efisiensi energi di lingkungan pemerintahan. Pada Selasa (31/3/2026), ia mengayuh sepeda dari kediamannya menuju Pendapa Kabupaten Kudus, sekaligus mengkampanyekan gerakan bike to work bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Gerakan ini menjadi wujud nyata optimalisasi kinerja pemerintahan yang ramah lingkungan dan hemat anggaran.
Sam’ani menegaskan, inisiatif ini bukan sekadar olahraga biasa, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif. Tujuannya adalah menekan pemborosan energi, baik di lingkungan birokrasi maupun masyarakat luas.
“Ini yang kita ikuti, mengajarkan pada teman-teman untuk menggunakan sepeda, angkutan umum, maupun jalan kaki,” ujar Sam’ani.
Target Penghematan Energi 25 Persen
Ia mengingatkan bahwa efisiensi tidak hanya terbatas pada sektor transportasi. ASN juga diwajibkan menghemat penggunaan energi di kantor, seperti mematikan AC dan lampu setelah jam kerja selesai.
Langkah ini menjadi indikator baru dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Target penghematannya mencapai 20 hingga 25 persen, yang mencakup perjalanan dinas, belanja perjalanan, serta operasional energi lainnya.
Terkait opsi Work From Home (WFH) sebagai langkah lanjutan, bupati menyebut hal itu masih dikaji. Namun, ia menekankan bahwa pelayanan publik tidak boleh terganggu.
“WFH nanti kita ngikutin, tapi semangatnya jangan sampai menelantarkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Pelayanan harus prima, harus cepat, harus tepat, harus berkualitas,” tegasnya.










