Punya Nama Unik dan Kaya 15 Rempah, Minuman Khas Jepara Ini Konon Jadi Kesukaan RA Kartini

NIKMAT: Sajian hangat secangkir minuman adon-adon coro yang merupakan kuliner tradisional khas Jepara, Senin (13/4/2026). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Di tengah gempuran tren minuman kekinian yang menjamur, pesona adon-adon coro sebagai minuman tradisional khas Jepara rupanya belum sepenuhnya pudar. Minuman legendaris ini tetap kokoh bertahan lewat dukungan para pelanggan setianya.

Kaya akan perpaduan 15 jenis rempah, sajian ini tak sekadar melegakan dahaga, tetapi juga dipercaya ampuh menjaga kebugaran tubuh secara alami.

Salah satu penjaja yang masih eksis adalah Kristianto (40), warga Desa Bangsri. Di deretan gerobak sisi utara kawasan Shopping Center Jepara (SCJ), lapak sederhananya masih rutin disambangi pembeli.

Ia mengaku, minuman tradisional berbahan rempah tersebut memang tidak seramai minuman modern. Meski begitu, para pelanggan loyal kerap mencarinya setiap kali berkunjung ke Kabupaten Jepara.

Khasiat 15 Rempah Racikan Generasi Keempat

Sebagai penerus generasi keempat, Kristianto telah menjaga resep warisan keluarga dari mbah (nenek) istrinya selama 20 tahun.

Selayaknya minuman penghangat badan, adon-adon coro berbentuk cair dengan bahan utama paduan jahe, gula merah, dan potongan kelapa muda. Penyajiannya kemudian disempurnakan dengan siraman santan dan bubuk jamu dari 15 campuran rempah.

Sayangnya, peminat kuliner sehat ini kini didominasi oleh kalangan lanjut usia.

“Rata-rata yang beli memang yang sudah sepuh, yang sudah langganan lama, jarang kalau anak muda,” kata Kristanto saat ditemui Joglo Jateng, Senin (13/4/2026).

Padahal, khasiat semangkuk kecil minuman seharga Rp 7 ribu ini sangat baik bagi kesehatan.

“Khasiatnya bisa untuk menghangatkan badan, masuk angin, meriang, pilek. Karena bahan utamanya dari jahe campur gula merah, terus dicampur jamu yang isinya rempah-rempah, total ada 15 jenis,” sebutnya yang rutin berjualan mulai pukul 16.00 WIB tersebut.