KENDAL, Joglo Jateng – Pelabuhan Niaga Kendal yang dibangun sejak 2016 hingga kini belum dapat difungsikan. Di tengah pertumbuhan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, keberadaan pelabuhan dinilai semakin dibutuhkan untuk mendukung distribusi logistik dan aktivitas ekspor perusahaan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kendal, Mohammad Eko, mengatakan pelabuhan belum dapat dioperasikan karena masih terdapat sejumlah kendala teknis, terutama kondisi kedalaman dermaga yang belum memenuhi standar kapal besar.
Menurut Eko, kedalaman dermaga saat ini hanya sekitar 2,5 meter. Sementara kapal besar membutuhkan kedalaman minimal 7 meter agar dapat bersandar dengan aman. Selain itu, kondisi breakwater atau pemecah omak di kawasan pelabuhan juga mengalami kerusakan.
“Untuk memfungsikan Pelabuhan Niaga Kendal tersebut, harus dilakukan pengerukan dermaga dan perbaikan breakwater,” kata Eko, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan kebutuhan anggaran untuk pengerukan dan perbaikan pelabuhan diperkirakan mencapai Rp 180 miliar hingga Rp 200 miliar. Pemerintah Kabupaten Kendal telah mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah pusat karena keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
“Sudah diajukan ke pemerintah pusat, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi bantuan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan Pemerintah Kabupaten Kendal terus mendorong percepatan pengaktifan pelabuhan agar dapat menunjang aktivitas industri di wilayah Kendal.
Menurutnya, keberadaan Pelabuhan Niaga Kendal sangat dibutuhkan seiring meningkatnya aktivitas perusahaan di KEK Kendal. Namun kondisi dermaga yang dangkal masih menjadi kendala utama operasional pelabuhan.
“Pelabuhan Niaga Kendal belum berfungsi karena kondisi dermaga yang dangkal,” ujarnya.
Bupati menilai pengaktifan pelabuhan akan membantu memperlancar distribusi logistik serta mendukung kegiatan ekspor industri yang terus berkembang di Kendal.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Rabu (6/5/2026) meninjau langsung Pelabuhan Niaga Kendal. Peninjauan bersama Bupati Kendal dilakukan untuk melihat kondisi pelabuhan sekaligus menindaklanjuti masukan dari investor dan pengelola KEK Kendal terkait kebutuhan infrastruktur logistik.
Luthfi mengatakan keberadaan pelabuhan niaga menjadi kebutuhan penting di tengah pertumbuhan kawasan industri di Jawa Tengah, khususnya Kendal dan Batang.
“Tidak hanya Kendal, tapi juga Batang serta revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjut dia, akan meningkatkan koordinasi dengan Pelindo dan Kementerian Perhubungan guna mendorong percepatan pengaktifan Pelabuhan Niaga Kendal. (ags/gih/rds)










