PATI, Joglo Jateng – Seorang calon jemaah haji asal Kabupaten Pati gagal berangkat ke Tanah Suci pada 2026 ini. Jemaah haji tersebut dipulangkan karena terjangkit penyakit.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Rahardian Yunianto mengungkapkan, calon jemaah haji asal Kecamatan Sukolilo itu ikut diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali. Namun saat tes kesehatan lanjutan di Embarkasi Solo, calon jemaah haji itu didiagnosis terpapar penyakit hepatitis.
“Alasan (dipulangkan) tidak istithaah dari segi kesehatan. Terkena hepatitis,” katanya.
Hal ini membuat jemaah haji Kabupaten Pati yang diberangkatkan ke Tanah Suci berjumlah 1.274 jemaah. Jumlah tersebut menurun daripada kuota atau jatah jemaah haji Kabupaten Pati.
Kabupaten Pati sendiri mendapatkan jatah jumlah jemaah haji sebanyak 1.293 jemaah. Sebanyak 1.275 calon jemaah sudah diberangkatkan dari Pendopo Pati pada akhir pekan lalu.
Sementara sisanya gagal berangkat lantaran beberapa faktor. Di antaranya sakit, wafat, dan faktor lainnya. Mereka tergabung dalam enam kloter yakni Kloter 43, 49, 50, 51, 52, dan 53.
“Dia tidak lolos kesehatan pada Jumat (8/5/2026), langsung dipulangkan. Kalau dia berobat sembuh bisa berangkat tahun depan. Memang agak lama hepatitis itu. Semoga saja bisa diberangkatkan tahun depan,” ucapnya.
Meskipun terdapat jemaah haji yang gagal berangkat, Kemenag Pati tetap bersyukur. Pasalnya, angka jemaah haji yang dipulangkan atau tidak lolos skrining di embarkasi tergolong kecil daripada daerah lainnya.
“Tahun ini Kabupaten Pati termasuk yang paling sedikit gagal berangkat. Cuma satu. Selain Pati, kabupaten lain ada 6 hingga 7. Untuk skrining kesehatannya kita ketat,” pungkasnya. (lut/fat/rds)










