Pati  

Beasiswa Mahasiswa di Pati Mandek 3 Bulan, Ada yang Sampai Terpaksa Putus Kuliah

SUASANA: Para orang tua mahasiswa penerima beasiswa menemui pengacara Deddy Gunawan, untuk meminta bantuan penyelesaian pencairan beasiswa Pemkab Pati di kantornya, Jumat (19/6/2026). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk mahasiswa kurang mampu sudah tiga bulan tidak cair.

Dampaknya, ada salah satu penerima manfaat yang dikabarkan sampai putus kuliah akibat ketiadaan biaya.

Salah satu orang tua penerima beasiswa, Sutomo mengungkapkan, beasiswa ini sudah tidak cair sejak April 2026 lalu.

Beasiswa tersebut bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan beberapa perusahaan.

“Untuk saat ini, mulai dari April, Mei sampai Juni ini belum ada cair,” kata warga Desa Panjunan, Kecamatan/Kabupaten Pati itu.

Ia menyebut, cairnya beasiswa itu sangat dinantikan para orang tua dan mahasiswa untuk meringankan biaya kuliah. Bahkan, beberapa anak sangat bergantung dengan bantuan pendidikan tersebut.

“Karena ini sangat membantu sekali. Kemarin juga posisi ekonomi juga masih semrawut. Jadi bisa meringankan beban orang tua untuk membayar praktik-praktik atau di luar perkuliahan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, awalnya beasiswa itu menyasar 194 mahasiswa berprestasi dari kalangan kurang mampu. Namun dalam perjalanannya, penerima manfaat berkurang 11 menjadi 183 mahasiswa.

Untuk nominalnya, bantuan Rp 1 juta per bulan untuk mahasiswa kategori miskin.

Kemudian Rp 1,5 juta per bulan bagi kategori miskin ekstrem, dan Rp 2,5 juta per bulan untuk mahasiswa fakultas kedokteran.

“Nominalnya bervariasi, ada yang Rp 2,5 juta untuk yang mahasiswa kedokteran. Untuk yang memang benar-benar kurang mampu Rp 1,5 juta, yang memang kurang mampu Rp 1 juta,” sebutnya.