BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Pemerintah Desa (Pemdes) Bojanegara terus menorehkan terobosan dalam memaksimalkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Sido Dadi”, desa ini sukses mengembangkan unit usaha peternakan bebek petelur. Kini produktivitasnya melejit hingga 90 persen, bahkan berhasil menembus rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Usaha yang dirintis sejak akhir 2025 tersebut bermodalkan penyertaan modal awal sebesar Rp 200 juta. Anggaran ini dialokasikan secara komprehensif untuk pengadaan 700 ekor bibit bebek siap telur, pakan berkualitas, instalasi air bersih, hingga aspek digitalisasi berupa fasilitas WiFi dan kamera CCTV guna memantau keamanan area kandang secara berkala.
Sekretaris Desa Bojanegara, Catur Edi Santoso mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Target produksi telur yang semula dipatok moderat, kini mampu terlampaui berkat pemilihan bibit yang prima.
Meski dikelola secara mandiri oleh tim yang terhitung baru dalam dunia perunggasan, performa peternakan bebek petelur Bojanegara ini menunjukkan grafik yang sangat menjanjikan. Volume produksi harian terus merangkak naik melebihi ekspektasi kelayakan usaha yang direncanakan. Langkah BUMDes Sido Dadi tidak selamanya berjalan mulus. Pasca-Hari Raya Idulfitri lalu, pengelola sempat diuji oleh situasi pasar yang ekstrem. Di mana harga jual telur bebek segar anjlok drastis sedangkan harga pakan justru melambung naik.
Kondisi tersebut tidak membuat pengelola patah arang. Mereka bergerak cepat menerapkan strategi jemput bola menggunakan teknologi digital. Lewat promosi aktif di media sosial dan pemetaan jaringan di internet via Google, BUMDes Bojanegara sukses mengamankan kerja sama pasokan dengan mitra-mitra baru.
Kini, peta distribusi pasar telur segar Bojanegara telah meluas. Skala regional saja rutin menyuplai kebutuhan pasar di wilayah Banjarnegara hingga Wonosobo.
“Jalur terjauh mampu melayani pengiriman rutin hingga kawasan Kecamatan Batur,” terang Catur, Rabu (1/7/2026).
Pemdes Bojanegara kini tengah merancang rencana strategis untuk membangun jalan akses yang layak agar kawasan tersebut dapat bertransformasi menjadi sentra produksi peternakan terpadu, baik untuk bebek maupun jenis unggas lainnya seperti ayam petelur. Saat ini, Pemdes bersama BUMDes Bojanegara terus berupaya mengalokasikan anggaran serta menjajaki sumber pendanaan eksternal agar pembangunan infrastruktur jalan tersebut dapat segera terealisasi. (cr1/ree/rds)










