JEPARA, Joglo Jateng – Harga telur ayam ras dan ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jepara mengalami penurunan cukup tajam dalam sepekan terakhir. Pedagang menyebut turunnya permintaan dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berhenti beroperasi selama libur sekolah menjadi salah satu penyebab utama.
Di Pasar Jepara Satu, harga telur ayam ras yang sebelumnya berada di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 26 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 20 ribu per kilogram. Sementara di Pasar Welahan, harga telur yang semula mencapai Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram kini berada di kisaran Rp 22 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang telur di Pasar Jepara Satu, Solikin (31), mengatakan penurunan harga sudah terjadi sekitar satu pekan terakhir, bertepatan dengan berhentinya operasional dapur MBG selama masa libur sekolah.
“Gara-gara MBG libur, jadi harga telur semakin turun,” ujar Solikin, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, sebelum program MBG berjalan, harga telur relatif stabil di kisaran Rp 23 ribu hingga Rp 24 ribu per kilogram. Namun, sejak program tersebut berlangsung, harga cenderung berada di level Rp 25 ribu hingga Rp 26 ribu per kilogram karena tingginya permintaan.
“Setelah ada MBG, harga memang cenderung tidak stabil, lebih mahal karena banyak saingan,” katanya.
Meski demikian, Solikin mengaku perubahan harga tidak terlalu memengaruhi penjualan. Justru selama program MBG berjalan, omzet pedagang mengalami peningkatan.
Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas ayam potong. Pedagang ayam, Din Afif (27), mengatakan harga ayam yang sebelumnya mencapai sekitar Rp 35 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp 30 ribu per kilogram.
Tak hanya harga yang turun, volume penjualan juga ikut menurun. Jika biasanya mampu menjual 8 hingga 10 ton ayam potong per hari, kini penjualannya hanya sekitar 5 ton per hari.
“Harga ayam memang lagi turun karena tidak ada MBG. Pasar sepi, penjualan turun, sementara stok melimpah,” ujarnya.
Afif menilai, kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada komoditas ayam, tetapi juga sejumlah bahan pokok lainnya yang saat ini mengalami penurunan permintaan.
“Hari ini penjualan memang sedang sepi semua, tidak cuma ayam. Beberapa komoditas stoknya juga lagi melimpah,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo, membenarkan adanya penurunan harga sejumlah bahan pokok, terutama telur ayam ras.
Menurutnya, berdasarkan informasi dari pedagang pasar, turunnya harga dipengaruhi berkurangnya permintaan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur sekolah, sementara pasokan di pasar dalam kondisi melimpah.
“Harga bahan pokok, salah satunya telur, memang turun. Informasi dari pedagang, salah satu faktornya permintaan telur ayam ras berkurang karena permintaan dari dapur SPPG juga menurun selama masa libur sekolah, sedangkan pasokannya melimpah,” jelas Anjar. (oka/gih/rds)










