PATI, Joglo Jateng – Tambak di Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati diduga tercemar limbah dari PT Juifa Internasional Foods. Kondisi ini merugikan petambak lantaran banyak ikan yang dibudidayakan mati.
Salah satu petambak, Sugeng, mengeluhkan ikan nila dan udang yang ia budidayakan sering mati sejak beberapa tahun terakhir ini.
Kondisi tersebut diduga akibat tercemar limbah pabrik pengolahan ikan yang lokasinya berdekatan dengan tambaknya.
“Sejak dua tahun sampai saat ini. Setiap hujan ikannya pada mati. Udang dan nila mati,” keluhnya.
Sugeng pun merugi hingga puluhan juta akibat tambaknya diduga tercemar limbah pabrik yang berada di Jalan Raya Pati-Juwana itu.
Dirinya juga mengaku beberapa kali melaporkan kondisi ini ke perusahaan, namun tak mendapatkan respons.
“Saya lapor diabaikan. Kerugian puluhan juta. Sekali panen itu Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. Kalau lapor diabaikan. Alasannya air hujan,” ujarnya.
Ia menyebut pernah sekali mendapatkan ganti rugi dari perusahaan tersebut. Akan tetapi, nilai ganti rugi yang diberikan dinilai tak sebanding dengan ongkos produksi.
Belum lagi uang sewa tambak yang dirinya keluarkan sebesar Rp 14 juta setiap tahunnya.
“Pernah diganti rugi Rp 1,5 juta. Saat itu panenan rugi Rp 20 juta. Sudah lama. Tahu sendiri ikannya sudah mati semua,” sebutnya.
Bahkan, Sugeng mengaku pernah merugi cukup besar saat dua kali gagal panen. Udang yang dibudidayakan di tambak seluas 3 hektare mati karena diduga tercemar limbah.
“Hingga udang 2 kali tidak panen. Modal awal kalau udang Rp 3 juta. Nila Rp 2 juta. Itu untuk bibit,” ungkapnya.
“Kalau ongkos pakan banyak. Paling sedikit Rp 5 juta. Itu 1 bulan. Panen 3-4 bulan. Tapi mulai ngasih umur 2 bulan,” ucapnya.
Hal senada juga dikeluhkan petambak lainnya, Sunar. Bahkan, ia menyebut ikan di sungai juga mati akibat diduga tercemar limbah pabrik, apalagi ikan budidaya di tambak.
“Ikan mati semua. Ikan sapu yang kuat itu saja mati,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo, mengaku belum mendapatkan laporan perihal limbah PT Juifa Internasional Foods yang diduga mencemari tambak.
Pihaknya pun akan mengecek terkait hal tersebut.
“Kita belum tahu. Kita akan cek dulu,” ucapnya kepada wartawan melalui telepon WhatsApp. (lut/fat/rds)










