KUDUS, Joglo Jateng – Usai lebaran, pemohon pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) melonjak tinggi. Pemandangan semacam itu biasa terjadi setelah lebaran.
Kasat Intelkam Polres Kudus AKP Susastyo mengatakan, setiap tahun jika habis Lebaran memang terdapat lonjakan pemohon. Baik membuat SKCK baru maupun memperpanjang.
“Setelah hari raya itu membludak, sehari dari pagi hingga pukul 12.00 ada sampai 200-an masyarakat yang berdatangan. Maka dari itu, pelayanan kami sekarang dibatasi dengan maksimal 150-200 orang per harinya,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar dapat membuat atau memperpanjang SKCK di polsek setempat. Agar potensi timbulnya kerumunan di Polres Kudus dapat diminimalisir.
“Silahkan ke polsek setempat, disana juga sudah bisa memberikan pelayanan SKCK. Namun, pemohon yang membuat untuk digunakan pegawai negeri dan Polri tidak bisa. Kalau digunakan untuk melamar ke perusahaan swasta bisa,” tuturnya.
Pihaknya menjelaskan, jika membuat atau memperpanjang SKCK melalui polsek masih memiliki kekurangan. Yakni tidak terdapat sidik jari dari sang pembuat. Maka dari itu jika dibuat untuk swasta masih bisa. Akan tetapi bagi pegawai negeri atau Polri harus ke polres untuk mendapatkan sidik jari.
Menurutnya, lonjakan pemohon tersebut didominasi oleh pelajar yang baru lulus dari sekolahnya. Mereka memilih kerja untuk membantu orang tua, ada juga yang digunakan mendaftar kuliah.
“Kami melayani hingga pukul 12.00, tapi jika ada pihak yang memohon dengan sifat darurat bisa kami layani hingga pukul 15.00. Contohnya dia kesehariannya di Jakarta, bisa ke Kudus hanya sehari saja, masak kami suruh pulang besok kembali lagi kan tidak mungkin,” ujarnya.
AKP Susastyo mengimbau kepada masyarakat agar bisa ke polsek setempat masing-masing dalam membuat SKCK. Selain itu, jika menunggu SKCK jadi protokol kesehatan tetap dikenakan dan tidam berkerumun.
“Masyarakat yang sudah datang kesini kami imbau daripada menunggu, alangkah baiknya pulang datang ke polsek setempat masing-masing saja. Kami juga selalu memantau pada saat mereka di lingkungan kami, apakah protokol kesehatan diterapkan atau tidak,” pungkasnya. (sam/fat)










