Kudus  

Wacana Pemasangan CCTV untuk Pantau PGOT

Satpol PP menertibkan PGOT
CIDUK: Satpol PP menertibkan PGOT di daerah Tanjungkarang beberapa waktu lalu. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus berencana memasang CCTV untuk memantau pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT). Hal tersebut dilakukan agar pengendalian PGOT dapat lebih efektif dan efisien.

Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kudus Zainuri mengatakan, pihaknya secara rutin selalu melakukan penertiban PGOT. Meski demikian, masih belum ditemukan formula yang pas untuk mengatasi masalah ini.

“Ada beberapa kendala yang kami hadapi. Pertama mereka yang pernah kena razia itu tidak kapok, jadi balik lagi. Kedua, kami sudah koordinasikan dengan desa asalnya tapi masih belum cukup. Terakhir kami tempatkan di shelter penampungan, akan tetapi pihak shelter takut karena situasi sedang pandemi,” paparnya.

Zainuri menyebutkan, Satpol PP sebenarnya bisa menertibkan semua PGOT sekaligus. Akan tetapi, perlu dipikirkan dengan matang langkah selanjutnya agar tidak kembali dan benar-benar hilang.

“Sebenarnya kami perlu berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Sosial (Dinsos). Karena sebagian besar PGOT itu masih di bawah umur. Jadi perlu penanganan khusus, perlu bimbingan agar mereka tidak kembali lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya Satpol PP sudah pernah berkoordinasi dengan Dinsos untuk melakukan operasi gabungan. Salah satu PGOT yang tertangkap operasi pernah diminta untuk menghitung hasilnya. Zainuri menyebutkan, dalam 3 jam PGOT itu mendapatkan uang hingga Rp 200.000.

“Mungkin karena pendapatan mereka yang bisa dibilang besar, jadi mereka tidak kapok untuk meminta-minta. Oleh karena itu, perlu pelatihan kerja dan bimbingan mental kedepan,” pungkasnya. (cr10/fat)