Kendal  

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Buat Program Taman Toga

TANAM: Mahasiswa KKN UIN Walisongo sedang menanam bunga di pot, di Desa Jawisari, Limbangan, Kendal, belum lama ini. (DOK KKN UIN WALISONGO/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Mahasiswa KKN MIT DR 12 UIN Walisongo Semarang, melaksanakan program “Pembuatan Taman TOGA”, yang berlokasi di Desa Jawisari, Limbangan, Kendal, (24-25/8).

Kegiatan  ini merupakan wujud nyata dari kegiatan KKN UIN Walisongo dengan tema “Penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi Sebagai Pengabdian Kepada Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 Berbasis Pada Sosial Media dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) “, yang bertujuan untuk mengabdi kepada masyarakat. Mahasiswa KKN diharapkan bisa membantu pembangunan desa, dengan memaksimalkan potensi sekaligus menjadi solusi dari permasalahan setempat.

Di kota-kota besar Indonesia, pada umumnya lahan-lahan pekarangan rumah dihias dengan taman yang asri, dilengkapi berbagai tanaman hias daun, bunga-bungaan, dan tajuk yang indah serta unik. Bahkan lahan-lahan pekarangan yang sempit, biasanya diisi dengan berbagai tanaman hias dalam pot, baik yang diletakkan di atas tanah maupun digantung. Pemanfaatan pekarangan rumah menjadi taman merupakan prinsip hidup yang telah membudaya bagi masyarakat untuk kembali ke alam, sehingga suasana menjadi asri dan alami, seakan berada di hutan atau di desa. Taman bunga biasanya berada di kota-kota besar, sementara taman-taman apotek hidup banyak dijumpai di desa-desa.

“Meski sebelumnya di Desa Jawisari sudah terdapat taman toga yang dibangun oleh pemerintah setempat, namun kondisinya tidak terawatt dan kurang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Oleh sebab itu, program yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo adalah melakukan penanaman Kembali dan merawat taman toga yang ada di desa Jawisari” ujar Wanda, selaku ketua Karang Taruna Desa Jawisari

Selain itu, TOGA juga dimaksudkan untuk memotivasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekaranganya. Dengan menanam tanaman obat, masyarakat bisa memakainya untuk digunakan sendiri, maupun dijual demi menambah penghasilan. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, diharapkan mampu memberikan manfaat secara langsung maupun tidak langsung terhadap masyarakat, khususnya masyarakat desa Jawisari. (*)