KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kini terus berupaya menarik investor untuk masuk di Kota Kretek. Meskipun, saat ini diketahui ada investor asal Tiongkok tengah melirik dua lahan kosong di Kudus.
Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, tengah menunggu kelanjutan dari salah satu investor Tiongkok tersebut. Namun, dirinya mengakui banyak investor asing berminat membangun di Kudus.
“Untuk investor nasional dari daerah manapun sementara masih nihil, belum ada yang berminat. Kami sudah menawarkan ke mana-mana, namun yang lokal ini masih sepi. Kebanyakan masih dari Tiongkok memang,” ucapnya.
Pihaknya mengharapkan, ketertarikan investor asing bisa segera terealisasi. Sehingga pemulihan ekonomi bisa semakin berjalan kembali. “Setidaknya ada ikon ibu kota atau Jakarta yang ada di Kudus,” terangnya.
Sementara itu, terdapat dua lahan kosong dan Pasar Kliwon yang kini dilirik investor asing. Adapun lahan yang dilirik investor yakni Gedung Ngasirah dan bekas bangunan Mal Matahari. Bahkan, di antaranya sudah dibuatkan MoU oleh Pemerintah Daerah. Dua bangunan tersebut kini sudah menjadi tanah kosong.
“Kami masih menunggu jawaban dari mereka terkait pembangunan dua lahan kosong tersebut. Untuk surat nota kesepahaman atau MoU nya sudah kami kirim kepada pihak mereka. Penawaran dari Tiongkok itu, Ngasirah mintanya mal dengan hotel. Kalau bekas Matahari mintanya dibuat mal, karena nantinya akan menyambung dari Hypermart,” tuturnya.
Bupati menambahkan, pengusaha asal Tiongkok tersebut, selain melirik dua lahan kosong itu, juga mempunyai minat membangun Pasar Kliwon menjadi pasar grosir. Nantinya, kawasan tersebut akan ditata menjadi pusat perbelanjaan modern.
“Tapi kalau Pasar Kliwon susah, karena harus relokasi dan butuh proses panjang. Makanya kami belum berani menjanjikan. Namun, ketertarikan investor asing itu harapannya segera terealisasi,” tuturnya.
Hartopo mengharapkan, agar segera dapat terealisasi. Pasalnya, dengan itu nantinya pemulihan ekonomi dapat semakin berjalan. “Mudah-mudahan secepatnya bisa, karena nanti dapat ramai kembali dan ada ikon di Kudus. Sebetulnya banyak yang tertarik,” pungkasnya. (sam/fat)










