UMKM  

Berawal dari Takut ke Pasar saat Pandemi, Kadek Dirikan Sayur Semayur

HIGENIS: Kadek Delia Arisani menunjukkan produk Sayursemayur miliknya, Kamis (10/3). (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

SEBAGIAN orang merasa takut berbelanja ke pasar saat suasana pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Termasuk dengan Kadek Delia Arisani. Karena itu, ia terinspirasi untuk berjualan sayuran secara online dengan kemasan yang dinamainya “Sayur Semayur”.

Dia memulai jualannya sejak awal pandemi pada 2019 lalu. Sampai saat ini, Kadek sudah memiliki 300 item untuk seluruh bahan masakan.

“Awal pandemi aku cari-cari kok nggak ada ya jualan sayur online karena kalau harus ke pasar kan agak ribet kayak takut gitu mau ke pasar itu ketemu banyak orang dan lain-lain. Terus sayurnya juga udah berkali-kali kepegang orang gitu,” ucap Kadek, Kamis (10/3).

Terkait penjualannya, Kadek menyesuaikan pesanan (by order) dari pelanggan. Sehingga dia tinggal menyiapkannya dan menguirimkan menggunakan ojek online. “Karena sayuran, jadi kita selalu ingin memberikan kualitas terbaik biar sayur itu tetep seger,” ujarnya.

Ia menceritakan cara dirinya mendapatkan bahan sayuran yang segar dan higienis. Kadek mengaku mendapat suplai bahan dari petani yang berasal dari Kopeng dan Bandungan Semarang. Selain menjual berdasarkan pesanan, kini ia telah menjadi suplier di beberapa minimarket.

Sementara, kata ‘Se’ dalam nama Sayur Semayur memiliki makna Semarang, karena saat membuatnya target pasar yang di inginkan adalah Kota Semarang. Namun setelah dua tahun berjalan Sayur Semayur sudah berhasil memiliki mitra di Kota Jogjakarta dan Kota Cirebon.

“Kita sudah berhasil buka di Jogja dan di Cirebon, bentuknya adalah kemitraan,” ungkapnya.

Selain Sayur Semayur yang fokus berjualan sayuran dan perlengkapan bahan masak, Kadek berhasil memiliki anak usaha yang fokus dalam bidang catering makanan sehat dan bucket sayur untuk hadiah orang tersayang. Kadek mengungkapkan, Sayur Semayur memiliki motto dan tagline yang menggambarkan ketulusan dari Sayur Semayur.

“Motto kita memasak adalah cara sederhana untuk berbagi cinta. Dan tagline kita jangan berhenti masak yaa. Nanti dunia berhenti. Atau tetap berjalan, tapi tanpa cinta,” ucapnya. (cr3/gih)