FIKRI Manalani Kurniasari, gadis yang akrab dipanggil Kiki sudah menyukai dunia tulis-menulis sejak kecil. Bahkan, ia suka menulis diary sejak masih anak-anak.
Saat masih anak-anak, ia sudah rajin menulis diary. Ketika duduk di tingkat SMP, ia mulai mengikuti berbagai lomba menulis cerpen. Selain itu, ia juga aktif menulis di majalah dinding sekolah.
Baginya menulis merupakan salah satu cara terapi. Sebab, gadis penyuka kopi tersebut mengaku susah menceritakan apa yang ingin diungkapkan kepada orang lain.
“Bagiku menulis adalah sebuah terapi. Dalam ilmu psikologi juga dikatakan salah satu terapi, namanya writing therapy. Soalnya aku tipe orang yang susah curhat,” ujar perempuan yang konsen di bidang konseling tersebut saat diwawancarai kemarin.
Perempuan berzodiak aquarius tersebut mengatakan, ia merasa susah utnuk menceritakan sesuatu yang ada pada dirinya kepada orang lain. Tidak seperti biasanya orang yang dapat cerita ke temannya. Sehingga ia lebih suka melimpahkan emosinya kedalam tulisan. Dari pada memendamnya sendiri.
“Daripada memendam emosi, mending limpahin ke tulisan. Ngungkapin apa yang aku rasain, menguntungkan dan bisa bermanfaat bagi orang lain yang membaca,” ucapnya.
Gadis jebolan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut mengungkapkan, ia mendapatkan manfaat yang besar dari ketertarikannya dengan dunia menulis. Bahkan banyak dirasakan oleh para pembacanya juga.
“Ketika kita menulis, kita bisa mengingat sesuatu dengan menulis ulang, itu yang membuat aku menulis. Selain itu, dengan satu kalimat saja bisa merubah cara berfikir seseorang,” ucapnya.
Dengan kegemarannya menulis dan membaca, saat ini ia sudah menghasilkan lima karya. Dua diantaranya antropologi cerpen tentang cinta, tentang puisi, ramadhan dan artikel mahasiswa di era 4.0.
Kedepannya, ia berkeinginan untuk menyebarluaskan seputar konseling di sosial media. Salah satunya tentang kesehatan mental. Ia ingin berbagi pengalamannya untuk kemajuan yang positif bagi orang lain.
“Aku ingin ngonten mengenai edukasi kesehatan mental, soalnya selama ini masih dalam ranah story di medsos aja,” jelasnya. (ers/bid)










